Orang Tua Tolak Kehadiran TP. MMP, Guru Intimidasi Murid


Airmadidi, ME

Warga Desa Kahuku, Pulau Bangka, Minahasa Utara (Minut), saling mengintimidasi, karena berbeda pendapat soal eksplorasi tambang biji besi di daerah mereka. 

 

Beberapa siswa SMP Kahuku terpaksa tidak sekolah karena orangtuanya yang menolak kehadiran PT. Mikgro Metal Perdana (MMP) yang mendapat ijin usaha penambangan biji besi, diintimasi guru yang setuju dengan adanya tambang.

 

"Murid-murid itu tidak sekolah karena guru mereka mengintimidasi hanya karena orangtua murid-murid itu tidak setuju dengan kehadiran tambang," ujar Anggota Kelompok Pecinta Alam (KPA) Maria Taramen, Rabu (2/10/2013).

 

Menurut Maria, guru di Kelas 3 dan Kelas 2 SMP Kahuku mengintimidasi beberapa siswa antara lain, Eudoxia Mangolo, Ervina Kuda, Dorvita Piters, Cindy Lalolorang dan Cendana Pinamangung.

 

Kehadiran PT. MMP di Pulau Bangka yang hanya memiliki luas 4.700 hektar tersebut telah membuat suasana kehidupan sosial masyarakat terusik. Banyak keluarga yang bertengkar dengan sesama anggota keluarga hanya dikarenakan berbeda pendapat soal tambang.

 

"Ada orangtua yang bertengkar dengan anak, bahkan kakak adik nyaris berkelahi dengan senjata tajam. Padahal dulu tidak seperti ini, semuanya tenteram," kata Maria.

 

Intimidasi lainnya diterima oleh warga yang menolak tambang, Selasa (1/10/2013) malam. Warga yang pro tambang memukul warga yang menolak tambang. Beruntung warga tidak terpancing emosi dan berusaha menahan diri sehingga tidak terjadi bentrok seperti sehari sebelumnya.

 

Foto : Dua kubu warga di Desa Kahulu, Pulau Bangka, saling berhadapan karena berbeda pendapat soal kehadiran tambang biji besi di pulau mereka. (kpc/Ronny Adolof Buol)



Sponsors

Sponsors