Balai PGAMBGT Rekomendasikan BKSDA Larang Aktivitas Masyarakat di Lokon


Tomohon, MX

Status Gunung Lokon masih berada pada siaga level III. Meski demikian, tetap saja banyak warga pendaki yang memaksa untuk naik ke kawah Lokon. Terkait hal ini, Balai Pemantauan Gunung Api Mitigasi Bencana, Gerakan Tanah (PGAMBGT) Sulawesi dan Maluku (Suma) sampai hari ini, Senin (29/9), masih memberikan rekomendasi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Utara (Sulut).

"Status Gunung Lokon belum turun, karena itu kami tetap merekomendasikan kepada BKSDA Sulut untuk mengeluarkan larangan pendakian, termasuk aktivitas masyarakat di radius 2,5 Kilometer dari kawah Tompaluan. Sebab, BKSDA yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan larangan. Apalagi Gunung Lokon merupakan kawasan cagar alam," ujar Kepala Balai PGAMBGT Suma, Juliana D.J. Rumambi, S.T.

Rumambi menambahkan, selama larangan belum dicabut oleh BKSDA Sulut, masyarakat diharapkan jangan beraktivitas dulu di radius yang telah ditentukan. Hal ini merupakan salah satu bentuk mitigasi bencana agar masyarakat terhindar dari bahaya erupsi Gunung Lokon yang bisa saja mengancam keselamatan jiwa. Terkait upaya mitigasi bencana, Debby juga memohon kerja sama, baik dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa.

"Kami juga memohon bantuan kerja sama dari Pemkot Tomohon dan Pemkab Minahasa untuk selalu mengingatkan masyarakat tentang bahaya erupsi Gunung Lokon. Kiranya kita semua terhindar dari bencana erupsi Gunung Lokon yang bisa terjadi kapan saja," tandas Rumambi yang biasa dipanggil ibu Debby ini, saat ditanyai manadoxpress.com, usai giat Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Grand Master Resort Tomohon. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors