Foto: Kondisi mayat saat ditemukan, inzet Kapolsek Tombulu, Ipda Rizki Zuhri.
Mayat Tak Dikenal Sudah Dievakuasi, Polsek Tombulu Bidik Identitas
Tombulu, MX
Jasad lelaki yang ditemukan di Sungai Saluzem, desa Suluan, kecamatan Tombulu, kabupaten Minahasa, kini sudah berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Manado. Mayat tanpa identitas ini berhasil dievakuasi pada Rabu (17/9), dini hari pukul 03.00 Wita. Demikian Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tombulu, Ipda Rizki Syaifudin Zuhri kepada manadoxpress.com.
"Proses evakuasi memakan waktu karena medan lokasinya sulit dijangkau. Dimulai pada Selasa (16/9), malam pukul 22.00 Wita dan selesai tadi subuh, sekitar pukul 03.00 Wita," ungkap Zuhri saat dihubungi via telepon whatsapp.
Hingga berita ini diturunkan ke publik, identitas mayat lelaki yang diperkirakan berusia 50 tahun itu, belum diketahui. Kemudian, warga setempat pun tidak mengenali sosok mayat tersebut. Berdasarkan pengamatan Kepolisian Sektor (Polsek) Tombulu, dilihat dari aliran air, bisa saja mayat itu dari hulu sungai. Tanda-tanda kekerasan pun tidak kelihatan. Namun kata Kapolsek, informasi tentang hal ini akan jelas ketika tahapan penyelidikan selesai.
"Mayat tersebut kini memang sudah berada di RS Bhayangkara. Nah, untuk langkah otopsi guna mengetahui sebab kematian, kita harus meminta persetujuan keluarga terlebih dahulu. Pun saat ini kita memprioritaskan untuk mendapatkan data identitasnya agar bisa menghubungi keluarga. Mengenai hal ini, kita sementara lakukan pengembangan dan secepatnya akan kita sampaikan hasilnya kepada masyarakat," tutur Kapolsek.
Adapun, dalam proses evakuasi mayat, Polsek Tombulu dibantu tim SAR bersama para Perangkat Desa Suluan dan Perangkat Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur. Diketahui, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh petani yang sedang mencari sayur Koles (sayuran tradisional, red) di hutan, Selasa (16/9), kemarin siang.
"Kami mengimbau kepada warga agar lebih berhati-hati apabila akan beraktivitas di daerah-daerah rawan kecelakaan. Misalnya di hutan dan perkebunan yang kemiringan tanahnya cukup terjal, apalagi saat cuaca ekstrem. Tetap berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas," tandas Zuhri. (hendra mokorowu)



































