Foto: Tampak suasana di IGD RSU GMIM Bethesda Tomohon sedang penuh.
Kisah Orangtua dan Mahasiswa Diduga Korban Keracunan Makanan
Tomohon, MX
Peristiwa menggegerkan dunia pendidikan tinggi Sulawesi Utara menyita perhatian publik. Mahasiswa Fakultas Teologi (Fakteol) Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) secara massal mengalami gejala keracunan makanan, Kamis (11/9). Diduga, penyebabnya bersumber dari makanan yang dikonsumsi hampir ribuan mahasiswa Fakteol UKIT pada Rabu, 10 September 2025.
Semua keterangan para korban, mengarah pada menu makan siang dan malam hari Rabu itu. Sejumlah mahasiswa Fakteol pun menggambarkan keadaan masing-masing, ketika merasakan gejala keracunan tersebut. Sekira dua jam sesudah makan malam pada Rabu (10/9), Anggrek (nama samaran, red), mahasiswa Fakteol UKIT ini mulai merasa mulas di bagian perut. Bahkan sampai tidak sadarkan diri karena menahan sakit.
"Menu yang kami santap malam itu, yakni nasi, tahu dan tempe goreng pakai kecap. Dua jam sesudah itu, perut mulai sakit. Sempat muntah tapi tidak ada yang keluar dari mulut," ungkap Anggrek saat diwawancarai manadoxpress.com, Kamis (11/9), malam.
Keluhan yang sama disampaikan mahasiswa lainnya. Risna (nama samaran, red) menceritakan, rasa mulas dan mual mulai ia rasakan pada Kamis sore. Selang beberapa menit kemudian, ia muntah-muntah.
"Kalau muntah, ada lima sampai enam kali. Sesudah itu, bolak-balik ke toilet, buang air besar cair. Tiba di rumah sakit, kembali muntah-muntah," aku Risna.
Akmad (nama samaran, red) mengatakan, awal dirinya mulai merasa pusing hingga muntah-muntah, itu terjadi pada Rabu siang. Namun, hari Kamis malam barulah ia ke rumah sakit.
"Rasa sakit di lambung. Merasa pusing dan muntah-muntah," singkat Akmad yang juga mahasiswa Fakteol UKIT saat disambangi di instalasi gawat darurat (IDG) Rumah Sakit Umum (RSU) GMIM Bethesda Tomohon.
Sementara, Gisel (nama samaran, red), merupakan mahasiswa Fakteol UKIT yang pertama-tama dilarikan ke RSU GMIM Bethesda Tomohon. Ibunya menerangkan, Kamis dini hari, pukul 01.00 Wita, pihaknya mendapat kabar bahwa Gisel sedang sakit. Dia pun bersama suaminya langsung bergegas dari kampung menuju Tomohon.
"Tiba di asrama pada Kamis subuh. Kami pun langsung melarikan Gisel ke Rumah Sakit Bethesda. Bersyukur, anak kami saat ini sudah berangsur dipulihkan," tutur Ibunya Gisel, Jumat (12/9), siang.
Diketahui, masalah keracunan massal mahasiswa Fakteol UKIT ini sementara diselidiki pihak aparat penegak Dugaan sementara, berasal dari makanan yang disiapkan pihak pengelola asrama. Pimpinan Fakteol UKIT menyebutkan, biaya perawatan seluruh mahasiswa di RSU GMIM Bethesda Tomohon akan ditanggung pihak kampus. (hendra mokorowu)



































