Foto: Saat FGD baru dimulai.
FGD ASUS Diharapkan Hasilkan Rekomendasi Tingkat Kelola Sampah
Tomohon, MX
Diskusi kelompok terfokus misi diagnostik ASEAN Sustainable Urbanistion Strategy tahap dia diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi tentang peningkatan pengelolaan sampah. Hal ini diungkapkan Wali Kota, Caroll Senduk saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Diagnostic Mission ASEAN Sustainable Urbanisation Strategy (ASUS) tahap dua di aula TUP, Setda Kota Tomohon, Rabu (10/9).
"Saya berharap FGD ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret pada proyek ASUS dan segera diimplementasikan untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Kiranya kita dapat bekerja sama menciptakan kota Tomohon yang bersih. Hijau dan sehat melalui program-program pengelolaan sampah yang berkesinambungan," ujar Caroll.
Menurut dia, kegiatan ini bermaksud untuk menganalisis bersama tantangan yang dihadapi sebuah kota. Memvalidasi wawasan dan data utama bersama para pemangku kepentingan. Melalui proses kolaboratif, misi ini akan merumuskan kesenjangan strategis, potensi intervensi dan arah awal untuk laporan diagnosa Tomohon.
"Proyek ASUS saat ini merupakan kelanjutan dari penguatan dari tahap satu, yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip dasar strategis urbanisasi berkelanjutan ASEAN. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung implementasi langsung dari ASUS, khususnya di kota-kota sekunder dan menengah seperti Tomohon," tuturnya.
FGD ini menghadirkan narasumber dari Un-Habitat Urban Research Associate, Ei-Lyn Chia dan Local Project Officer Indonesia, Mula Pralampita Nursetianti. Dihadiri, Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, Ketua DPRD, Ferdinand Mono Turang, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Harriet Marzan, akademisi, pemerhati lingkungan dan jajaran Pemerintah Kota Tomohon. (hendra mokorowu)



































