Foto: Tampak para difabel foto bersama Genpi, Asbindo dan jajaran PLN UIP3B Sulawesi, Inzet Hary Subagyo dan Melkysedek Tangkawarouw.
Asbindo dan PLN Harap TIFF 2025 Berdayakan Kaum Difabel
Tomohon, MX
Pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2025 tentu diharapkan dapat memberi efek ekonomi bagi kaum difabel. Hal ini disampaikan Asosiasi Bunga Indonesia (Asbindo) Kota Tomohon dan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (UIP3B) Sulawesi. Harapan tersebut terungkap di sela-sela kegiatan sertifikasi merangkai bunga, yang diikuti puluhan difabel dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Damai Tomohon, belum lama.
Ketua Asbindo Kota Sejuk, Melkysedek Tangkawarouw menuturkan, pihaknya diajak Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Sulawesi Utara (Sulut) dan Tomohon untuk bersama-sama dalam program sertifikasi merangkai bunga. Penyandang disabilitas yang ikut kegiatan ini berpotensi akan menjadi dekorator. Dengan ekspektasi, tenaganya dipakai untuk mendekorasi, bukan hanya di TIFF, tapi pada kegiatan-kegiatan yang lain juga.
"Kegiatan ini memang ada kaitannya dengan Tomohon International Flower Festival. Jadi, mereka (difabel, red) yang lulus dalam kegiatan ini, diharapankan bisa diikutsertakan secara langsung. Minimal menjadi volunteer dalam pembuatan float kendaraan hias parade bunga sambil membantu para dekorator," ungkap Tangkawarouw.
Senada dikatakan Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum, PT. PLN UIP3B Sulawesi, Hary Subagyo. Untuk melaksanakan tanggung jawab sosial lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, pihaknya pun memberdayakan penyandang disabilitas. Implementasinya, dalam kegiatan sertifikasi merangkai bunga, PLN UIP3B Sulawesi bekerja sema dengan Genpi Sulut/Tomohon, memilih melibatkan kaum difabel. Sebab, menurut Subagyo, ini juga terkait dengan agenda tahunan TIFF.
"Kami berupaya melakukan sertifikasi merangkai bunga dengan memberi peluang kepada anak difabel untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan TIFF 2025. Setidaknya mereka (difabel, red) mendapatkan porsi di agenda TIFF untuk berpartisipasi, sekaligus memunculkan kreativitas. Sertifikasi bertujuan supaya anak-anak difabel teruji dan bisa mendapatkan kepercayaan untuk menjadi dekorator float parade bunga," ujar Subagyo.
Diketahui, program sertifikasi merangkai bunga ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon. Seperti disampaikan Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Rumajar, S.E., saat membuka resmi kegiatan tersebut, yang diselenggarakan di Taman Kelong, Kakaskasen. Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Genpi Tomohon, Brandon Manajang dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah Pemkot Tomohon terkait. (hendra mokorowu)



































