Foto: Suasana rapat paripurna saat baru dimulai. (ist)
Rancangan Perubahan APBD Tomohon 2025 Disampaikan ke DPRD
Tomohon, MX
Penyampaian Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kota Tomohon Tahun Anggaran 2025 dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD, Rabu (23/7). Kegiatan ini dihadiri langsung Wali Kota Tomohon, Caroll J.A. Senduk, S.H., bersama Wakil Wali Kota, Sendy G.A. Rumajar, S.E., M.I.Kom.
Wali Kota Caroll menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas kerja sama dalam proses penyusunan Perubahan APBD 2025. Proses ini akan melalui beberapa tahapan. Dimulai dari penyampaian rancangan perubahan KUA dan PPAS hingga ke tahap pembahasan untuk memperoleh kesepakatan bersama.
Wali Kota menekankan, dinamika perekonomian kota Tomohon sangat dipengaruhi arah pembangunan ekonomi nasional dan global. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya melakukan terobosan melalui APBD. Salah satunya di sektor pariwisata dengan pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF).
Event ini mencakup agenda besar seperti Kongres CityNet Chapter Indonesia, Diplomatic Tour, North Sulawesi Investment Forum, Tourism Trade Investment and Floriculture Expo, Eco Trail Run, Tomohon Flower Carnival, Tournament of Flowers pada bulan Agustus mendatang.
"Melalui event TIFF dan berbagai kegiatan lainnya, kami optimis dapat meningkatkan kunjungan wisatawan yang berdampak pada sektor jasa perhotelan, kuliner dan belanja masyarakat. Termasuk event lokal seperti perayaan kemerdekaan RI dan kegiatan keagamaan seperti pengucapan syukur dan Natal," ujar Caroll.
Kata dia, Pemkot Tomohon tetap menjaga kesinambungan pembangunan dengan melakukan penyesuaian berdasarkan perkembangan pada dua triwulan sebelumnya. Penyesuaian tersebut meliputi asumsi kerangka ekonomi makro daerah, penggunaan Silpa perubahan indikator kinerja, target, lokasi dan besaran pagu kegiatan.
Dalam penyampaian rincian anggaran, disebutkan sejumlah poin. Pertama, pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp717.674.202.841. Mengalami penurunan menjadi Rp672.215.209.654, akibat penyesuaian dana transfer pusat. Kedua, belanja daerah mengalami penyesuaian dari Rp706.974.202.841., menjadi Rp660.896.969.593. Diarahkan untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan prinsip akuntabilitas, efektif dan efisien.
Ketiga, komponen pembiayaan netto turun menjadi minus Rp11.318.240.060,79, ditutup dari surplus pendapatan dikurangi belanja. Penurunan ini disebabkan penyesuaian Silpa berdasarkan hasil audit BPK dari proyeksi sebelumnya, sepuluh miliar rupiah menjadi Rp9.381.759.939,21.
"Berharap proses pembahasan dapat berjalan lancar dan menghasilkan perubahan anggaran yang memberi manfaat besar bagi seluruh masyarakat Tomohon," harap Caroll.
Rapat dipimpin Ketua DPRD, Ferdinand Mono Turang, S.Sos. didampingi Wakil Ketua Donald Pondaag dan Jefry Polii. Turut hadir seluruh anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Edwin Roring, S.E., M.E., Kapolres Tomohon, AKBP Nur Kholis, Korwil BIN Tomohon, Alfons Sumenge, Perwakilan Kejari Tomohon Ivan Roring, utusan Kodim 1302/Minahasa, Serma Alwisius Susanto dan jajaran Pemkot Tomohon. (hendra mokorowu)



































