Foto: Dolvin Karwur dan Simon Kilis.
Tidak Benar Jika Kostum Tarian Kolosal TIFF Dibebankan ke Orangtua
Tomohon, MX
Biaya untuk kostum tari kolosal yang akan mengisi event Tomohon International Flower Festival (TIFF) tahun 2025, semuanya dibebankan dari dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan anggaran sekolah. Demikian Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dikbud) Daerah Kota Tomohon, Dr. Juliana Dolvin Karwur, M.Kes., M.Si., kepada manadoxpress.com, Selasa (22/7).
"Jadi, jika masyarakat melihat atau mendengar informasi soal biaya kostum tarian kolosal dibebankan kepada orangtua siswa atau wali murid, itu tidak benar. Saya kira masyarakat bisa menilai, mana informasi yang benar atau tidak," ungkap Karwur.
Dia menjelaskan, terkait persiapan tari kolosal di sisi kostum, itu sudah disepakati bersama dalam rapat seluruh kepala Sekolah Dasar (SD) di kota Tomohon beberapa hari lalu. Sangat jelas, salah satu poin hasil rapat menegaskan bahwa keterlibatan murid-murid dalam penampilan tarian kolosal tidak boleh membebani orangtua atau wali peserta didik.
"Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Informasi yang jelas, yaitu semua biaya kostum peserta didik SD dalam tarian kolosal, bersumber dari dana BOS dan anggaran sekolah. Kepala-kepala sekolah juga sudah tahu mengenai ini," ketus Karwur.
Sekretaris Dinas Dikbud Kota Tomohon, Simon P. Kilis, S.Pd., menambahkan, pembahasan tentang kostum tarian kolosal sudah finis dalam rapat kepala-kepala sekolah. Kata dia, tidak ada pembiayaan kostum tarian kolosal diambil dari orangtua murid. Ia mengimbau masyarakat, jangan mudah memercayai informasi yang kurang jelas.
"Biaya kostum tari kolosal itu dari dana BOS dan anggaran sekolah lainnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kostum ini nantinya akan menjadi inventaris sekolah masing-masing. Jadi, tidak benar jika biaya kostum dibebankan kepada orangtua atau wali murid," tandas Kilis.
Diketahui, tarian kolosal akan ditampilkan pada agenda utama TIFF 2025, yakni Tournament of Flower. Peserta Tari kolosal merupakan anak-anak didik dari SD. Bukan murid Sekolah Menengah Pertama. Tarian kolosal menceritakan tentang perjalanan TIFF sejak pertama kali dihelat. Tarian kolosal ini juga mendeskripsikan tentang Tomohon hari ini dan cita-cita ke depan. (hendra mokorowu)



































