Foto: Sofyan Yosadi saat mempresentasikan materinya.
Papendangan Festival 2025, Semuanya Sangat Luar Biasa
Tomohon, MX
Pelaksanaan Papendangan Festival 2025 yang digelar di Kedai Kelung, kelurahan Matani Satu, kota Tomohon, sangat luar biasa. Apalagi mengusung tema tentang agama dan kebudayaan dalam perspektif agama-agama. Demikian Tokoh Konghucu Sulawesi Utara, Sofyan Jimmy Yosadi, SH., usai dirinya memaparkan materinya sebagai narasumber kegiatan, Sabtu (21/6).
"Tema yang diangkat luar biasa. Semua narasumber luar biasa. Seluruh mahasiswa peserta datang dari lintas etnis dan sangat responsif. Ini juga sangat luar biasa," ungkap Yosadi, juga seorang advokat yang konsen membela perempuan dan anak yang jadi korban tindakan kekerasan.
Hal penting lainnya juga menurutnya terobosan luar biasa, yaitu jalinan kerja sama antara Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Pusat Kajian Kebudayaan Indoensia Timur (Pukkat), Mawale Cultural Center dan komunitas penulis Mapatik, yang informasinya akan berlanjut.
"Luar biasa juga, mahasiswa dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado bisa bergabung. Bahkan masih banyak lagi organ yang turut serta dalam kegiatan yang diselenggarakan dalam kerangka memperingatkan dua dekade perjalanan Mawale Movement," sebutnya.
Diakuinya, banyak respons positif dari mahasiswa peserta kegiatan yang diharapkannya bisa memberi gaung luar biasa ketika mereka pulang ke daerah asal. Misalnya ke tanah Papua, Maluku, Sangihe dan lain-lain. Tentu akan memberi kabar baik ke daerah asal mahasiswa, tentang keberagaman, toleransi dan kerja sama antar umat beragama di Sulawesi Utara (Sulut).
"Semua etnis di sini (Sulut, red) hidup rukun dan damai. Agama dan aliran kepercayaan, semua itu hidup rukun. itu yang harus dipelihara terus. Saya kira, giat ini harus ada keberlanjutan," tandas Yosadi yang memberikan banyak perspektif selain keberagaman dan kebhinekaan dari sisi hukum saat mempresentasikan materinya.
Diketahui, Papendangan Festival 2025 ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dua dekade Mawale Movement. Digagas Kepala Pusat Agama dan Budaya IAKN Manado, Dr. Denni Pinontoan, M.Teol., yang juga Direktur Pukkat. Adapun, kegiatan ini secara resmi dibuka Rektor IAKN Manado, Dr. Olivia Cherly Wuwung, S.T., M.Pd. Sebagai peserta, yakni sekitar 80 mahasiswa dari IAKN dan IAIN Manado. (hendra mokorowu)



































