Bersama PT KSM, Buyat Bersatu Menjemput Harapan


Kotabunan, MX

Di balik hembusan angin laut dan debur ombak yang tak pernah lelah memeluk pesisir buyat, tumbuh perlahan sebuah harapan di hati masyarakat Desa Buyat Bersatu, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Harapan yang sederhana namun mendalam agar tanah yang mereka cintai dikelola dengan baik dan lingkungan tetap terjaga.

Pada Senin malam 16 Juni 2025, dalam suasana hening dan penuh haru, masyarakat Desa Buyat Bersatu menggelar sebuah pertemuan penting. Mereka menghadirkan perwakilan dari PT Kutai Surya Mining (KSM).

Pertemuan ini bukanlah hasil undangan perusahaan, apalagi tekanan pihak luar. Ini adalah inisiatif murni dari warga sendiri, suara hati yang telah lama terpendam.

“Kami mendukung dengan sepenuh hati. Biarlah perusahaan yang kelola, jangan sembarang orang datang dan rusak tanah ini. Kalau PT KSM yang urus, kami percaya akan lebih tertib dan hasilnya bisa dirasakan bersama,” ungkap seorang ibu paruh baya dengan mata yang berkaca-kaca.

Dukungan ini bukan sekadar kata-kata. Ia lahir dari keprihatinan mendalam tentang para ayah yang mempertaruhkan nyawa di lubang tambang liar, tentang anak-anak yang melihat orang tuanya pulang penuh lumpur dan luka demi sesuap nasi, dan tentang ibu-ibu yang berdoa agar kampung halamannya tak terus-menerus dirusak oleh keserakahan tanpa aturan.

“Kalau yang kerja masyarakat tanpa aturan, mereka hanya memperkaya diri sendiri. Lingkungan rusak, tidak ada pajak untuk negara dan kampung ini akan jadi korban,” ujar seorang warga yang enggan namanya dipublikasikan.

Warga meyakini bahwa kehadiran perusahaan yang sah dan berizin seperti PT KSM bukan hanya mendatangkan penghasilan, tapi juga membawa tanggung jawab sosial, perlindungan lingkungan, lapangan kerja legal, serta kontribusi nyata bagi desa dan negara melalui pajak dan program CSR.

“Kami yakin, kalau ditangani perusahaan resmi, kampung ini akan lebih baik. Jalan-jalan bisa dibangun, sekolah bisa dibantu dan kami bisa hidup lebih tenang,” tambah seorang pemuda.

Pertemuan malam itu menjadi bukti bahwa masyarakat buyat bersatu tidak menolak pembangunan. Mereka hanya ingin pembangunan yang benar, jujur dan berkeadilan.Yang tidak hanya menggali, tapi juga menanam masa depan.

Harapan yang disuarakan malam itu adalah nyanyian hati sebuah desa yang ingin bangkit. Bukan untuk dijajah oleh tambang ilegal, tetapi untuk berdiri sejajar bersama mereka yang datang dengan niat baik. Bersama PT KSM, mereka yakin tanah yang mereka pijak akan menjadi sumber berkat, bukan kutukan dari tangan-tangan serakah. (Gazali Ligawa)



Sponsors

Sponsors