Foto: Saat penaikan bendera Merah Putih, inzet Sekda Roring. (ist)
Bertindak Irup Harkitnas, Sekda Roring Bacakan Sambutan Menkomdigi RI
Tomohon, MX
Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117, Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melaksanakan upacara bendera. Kegiatan digelar di halaman kantor Wali Kota Tomohon, Selasa (29/5). Tampil sebagai inspektur upacara (Irup), yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tomohon, Edwin Roring, S.E., M.E.
Kesempatan ini, Roring membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkodigi) Republik Indonesia (RI). Dikatakannya, 20 Mei 2025, tidak sekadar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional. Bangsa Indonesia sedang membuka kembali halaman penting dari sejarah perjuangan. Halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa, tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan dan keberanian menolak untuk terus terjajah.
"Seratus tujuh belas tahun lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan. Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing. Bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan sendiri," ujar Roring.
Namun, kebangkitan itu bukanlah sebuah peristiwa yang selesai dalam satu masa. Kebangkitan adalah ikhtiar yang terus hidup dan menuntut warga negara untuk tidak terjebak dalam romantisme masa lalu. Tetapi menuntut keberanian untuk menjawab tantangan zaman yang menghadirkan ujian jauh lebih kompleks. Disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global dan ancaman terhadap kedaulatan digital sendiri.
"Kita hidup di zaman ketika batas-batas geografis semakin kabur dan peradaban bergerak dalam kecepatan yang tak lagi ditentukan oleh jarak. Melainkan atas kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan. Di tengah arus besar itu, Indonesia tidak berdiri terombang-ambing. Tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton," paparnya.
Pilihan ini bukan tanpa landasan. Sejak awal, para pendiri bangsa telah meletakkan prinsip yang menjadi jangkar dalam menghadapi dunia politik luar negeri yang bebas dan aktif. Dalam arus globalisasi yang semakin kuat, bersyukur bahwa Indonesia terus melangkah dengan tenang. Menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian. Prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang telah menjadi pedoman sejak awal kemerdekaan, senantiasa menuntun langkah Indonesia.
Selanjutnya, Sekda menyampaikan sejumlah pencapaian 150 hari pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Tampak hadir jajaran Polres Tomohon, para pejabat eselon dua, tiga dan empat di lingkungan Pemekot serta seluruh aparatur sipil negara se-kota Tomohon. (hendra mokorowu)



































