Foto: Caroll Senduk saat membacakan sambutan Presiden Prabowo. (ist)
Irup HBN 2024, Caroll Bacakan Pesan Prabowo
Tomohon, MX
Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon, menggelar upacara dalam memperingati Hari Bela Negara (HBN) ke-76 tahun 2024. Dilaksanakan di lapangan kantor Wali Kota Tomohon, Kamis (20/12). Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup), Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk, S.H., membacakan pesan dalam sambutan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Dikatakan, peringatan HBN ini merupakan kegiatan untuk mengenang perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan dalam mempertahankan kedaulatan negara. Melalui peristiwa bersejarah, yaitu agresi militer Belanda II, 19 Desember 1948, para pahlawan menunjukan kegigihan dan usaha untuk merebut kembali Ibu Kota Negara Yogyakarta. Kota tersebut yang saat itu merupakan simbol pemerintahan negara Republik Indonesia. Di masa itu, belanda berhasil menangkap sejumlah tokoh penting di Indonesia, yaitu Presiden Soekarno, Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta dan beberapa pejabat tinggi lainnya.
Hal ini menyebabkan kekosongan kepemimpinan negara. Demi keberlangsungan Pemerintahan Indonesia, Presiden Soekarno menginstruksikan Menteri Kemakmuran, Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik lndonesia (PDRI) di daerah Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Deklarasi PDRI merupakan bukti ketangguhan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya. Keberadaan PDRI juga memberikan sinyal kepada dunia bahwa Republik Indonesia masih tetap berdiri.
"Mendengar catatan sejarah tersebut, membuat kita generasi penerus menjadi kagum dan terinspirasi akan dedikasi pengorbanan para pejuang bangsa. Untuk itu, peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen kita bersama dalam menjaga dan memperkuat persatuan Bangsa Indonesia," pesan Prabowo dibacakan Wali Kota Caroll.
Tema peringatan HBN ke-76 tahun 2024, yakni "Gelorakan Bela Ngara Untuk Idonesia Maju”. Tema ini mengandung makna bahwa seluruh warga negara Indonesia agar terus menggelorakan bela negara dengan berkontribusi secara nyata. Tentu dalam berbagai aspek kehidupan guna mewujudkan lndonesia maju. "Kontribusi nyata kita haruslah dapat tercermin pula pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pendidikan, teknologi, pertahanan dan keamanan," tuturnya.
Setiap individu memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konteks bela negara, terdapat lima nilai dasar, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, yakin pada pancasila, rela berkorban serta kemampuan awal bela negara. Ini menjadi landasan untuk membentuk mental dan fisik yang tangguh.
Perlu disadari, perkembangan lingkungan strategis dan geopolitik terkini menunjukan dinamika yang semakin kompleks dan berpotensi membawa dampak signifikan terhadap keamanan global. Ketegangan antar negara, pergeseran aliansi dan meningkatnya persaingan untuk menguasai sumber daya strategis telah menciptakan ketidakpastian. Selain itu, isu-isu seperti konflik regional, perang siber dan perubahan iklim mempengaruhi keamanan internasional.
"Untuk itu diperlukan antisipasi, penyelarasan, updating kebijakan pertahanan dan pelaksanaan strategi pertahanan negara yang tepat. Hal tersebut untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam rangka penerapan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata)," ujarnya.
Sishankamrata merupakan strategi pertahanan negara terbaik karena Indonesia memiliki keunggulan jumlah penduduk dan wilayah nusantara yang luas. Dalam konteks tersebut, Kementerian Pertahanan telah melaksanakan program pembinaan kesadaran bela negara (PKBN). Kegiatan PKBN ini merupakan salah satu upaya revolusi mental melalui pembangunan karakter bangsa di lingkup pendidikan, masyarakat dan pekerjaan. Hal tersebut sejalan dengan 8 Asta Cita Kabinet Merah Putih, yaitu memperkokoh ideologi Pancasila dan memperkuat pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045.
Upacara ini diikuti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tomohon, Ferdinand Mono Turang, jajaran Pemkot Tomohon, seluruh aparatur sipil negara dan tenaga kontrak. (hendra mokorowu)



































