Pemkot Tomohon Seriusi Ketahanan Pangan


Tomohon, MX

Pemerintah Kota (Pemkot) kian serius menangani persoalan pangan. Upaya menjaga ketahanan pangan terus dilakukan. Camat dan lurah se-Kota Sejuk diminta untuk berperan aktif dalam memotivasi masyarakat, terutama kepada petani selaku produsen bahan pangan melalui hasil pertanian. Hal ini tergambar lewat kegiatan sosialisasi stop boros pangan di Grand Master Resort, Senin (11/11).

Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tomohon, Ir. Fereydy Kaligis, M.A.P., membuka secara resmi kegiatan sosialisasi tersebut. Dikatakannya, ketahanan pangan dan gizi selalu menjadi isu strategis nasional. Sebab, pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin kuantitas dan kualitasnya. Baik sisi keamanan maupun bergizi untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, aktif dan produktif.

Naiknya suhu permukaan laut akibat fase elnino, memengaruhi ketahanan pangan di Indonesia. Mengantisipasi dampak elnino, pemerintah melakukan beberapa langkah strategis. Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional berkolaborasi dengan semua stakeholder guna memastikan ketersediaan dan kualitas pangan serta menjaga keterjangkauan harga di masyarakat. Hal ini menjadi masalah karena ketika produksi melimpah, permintaan sedikit. Apalagi pangan mudah rusak/busuk. Ini perlu ada penanganan yang baik.

"Di kota Tomohon memiliki cool storage jadi ada beberapa pangan yang bisa kita amankan. Salah satu kendala, petani tidak melihat masa tanam yang baik. Imbasnya, saat kebutuhan naik di hari raya, ketersediaan pangan sangat kurang. Akhirnya, kita mengambil pangan dari luar daerah. Berharap, para lurah untuk memberikan motivasi kepada petani tentang pola tanam," kata Kaligis.

Salah satu upaya mewujudkan delapan misi atau astacita Presiden Republik Indonesia, yaitu meningkatkan kualitas hidup SDM. Menghindarkan masyarakat dari kemiskinan, kebodohan dan menciptakan SDM yang unggul. Pjs mengharapkan, para lurah untuk memantau kalau ada masyarakat miskin harus diberikan perhatian. Ini juga merupakan langkah untuk mencegah stunting di kota Tomohon. "Jangan sampai karena kebutuhan pangan tidak terpenuhi akhirnya menimbulkan potensi stunting," tandasnya.

Sosialisasi ini dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Lampus, Asisten Perekonomian Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Dra. Lilly Solang, Kepala Dinas Pangan Daerah Kota Tomohon, Dr. Novi Kainde, Camat-camay, Lurah-lurah se-kota Tomohon. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors