Januari - September, Dinkes Minahasa Catat 28 Kasus Kematian Ibu dan Bayi
Tondano, ME
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa terus menggenjot upaya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang sering terjadi di daerah ini. Berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Minahasa sampai pada akhir September ini, tercatat sebanyak 28 kasus kematian ibu dan bayi terjadi di daerah ini sejak bulan Januari tahun 2013. “Dari jumlah ini, angka kematian bayi mencapai 21 kasus, sedangkan sisanya adalah kasus kematian ibu pada waktu melahirkan,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Dr Yuliana Kaunang, M.Kes kepada Manado Express, Rabu (25/09/13).
Dia menjelaskan, angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari asupan gizi, faktor ekonomi hingga faktor lainnya seperti kurangnya pengetahuan dan rujukan bagi ibu yang akan melakukan proses persalinan, termasuk juga penyakit yang diderita sang ibu.
“Naiknya angka kematian ibu dan bayi ini disebabkna oleh berbagai faktor. Umumnya untuk kasus kematian ibu, penyebab utamanya adalah pendarahan dan infeksi. Sedangkan untuk kasus kematian bayi, umumnya disebabkan karena bayi lahir dengan berat badan yang rendah, gagal nafas, maupun usia kelahiran yang belum cukup umur,” paparnya.
Kaunang mengatakan, untuk menekan angka kematian ibu dan bayi yang terjadi pada waktu melahirkan tersebut, Dinkes telah mengadakan berbagai program. Selain mendata jumlah ibu hamil di semua wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Minahasa untuk memantau kondisi ibu dan bayi selama masa pra-kelahiran hingga kelahiran, Dinkes juga melakukan kegiatan kemitraan dengan mama biyang atau dukun beranak.
“Selain program-program tersebut, akan digalakkan pula pelatihan-pelatihan bagi tim medis, khususnya bidan dan petugas Dinkes, diantaranya pelatihan peningkatan kompetensi bidan dan petugas gizi yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober ini,” pungkasnya. (Jeksen Kewas)



































