Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Dinkes Minahasa Godok 'Mama Biang'
TONDANO, ME : Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi pada saat melahirkan di daerah Minahasa mendapat perhatian serius dari pemerintah khususnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa.
Kadis Kesehatan Kabupaten Minahasa, dr Yuliana Kaunang M.Kes mengatakan, untuk tahun 2014 ini pihaknya akan terus berupaya dalam menekan angka kematian ibu dan bayi tersebut dengan berbagai program yang telah disiapkan.
“Ada berbagai program yang kami siapkan untuk meminimalisir angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan diantaranya dengan melakukan pelatihan peningkatan kompetensi bidan serta mama biang atau dukun beranak,” ujar Kaunang, Rabu (02/04).
Dijelaskannya, faktor yang mempengaruhi angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan ini antara lain kurangnya asupan gizi bagi ibu hamil, faktor ekonomi, penyakit yang diderita ibu, bahkan kurangnya kesadaran ibu hamil untuk menggunakan pelayanan kesehatan pada waktu melahirkan.
“Pendekatan akses untuk pelayanan kesehatan sangat penting. Ini akan memicu kesadaran ibu hamil agar dapat memaksimalkan Puskesmas atau rumah sakit pada saat melahirkan,” kata mantan Sekretaris Dinkes Minahasa itu.
Selain itu menurut dia, upaya lain yang dilakukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi adalah mendata jumlah ibu hamil di semua wilayah kerja puskesmas di Kabupaten Minahasa untuk memantau kondisi ibu dan bayi selama masa pra-kelahiran hingga kelahiran.
“Dengan kerjasama yang baik dari semua pihak, saya optimis untuk tahun 2014 ini angka kematian ibu dan bayi di Minahasa akan berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tukas Kaunang. (Jeksen Kewas)



































