Dinkes Himbau Masyarakat Waspadai Anjing Rabies

Hingga Mei 2014 Tercatat Sudah 188 Kasus Gigitan Anjing


TONDANO, ME : Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa menghimbau warga masyarakat agar mewaspadai anjing rabies. Hal ini menyusul beberapa waktu terakhir ini, kasus gigitan anjing yang terjadi di daerah Minahasa meningkat dan bahkan sudah ada kasus kematian.

“Warga tetap harus waspada terutama terhadap anjing-anjing liar yang berkeliaran di lingkungan rumah. Hal ini sebagai langkah antisipasi agar bisa terhindar dari penyakit rabies yang berbahaya. Apalagi belum lama ini sudah ada kasus kematian yang terjadi di Desa Lemoh Barat,” kata Kadis Kesehatan Minahasa, dr Yuliana Kaunang, Senin (02/06/2014).

Data dari Dinkes Minahasa, pada tahun 2013 lalu tercatat ada 499 kasus gigitan rabies yang terjadi di daerah Minahasa dimana 7 diantaranya meninggal dunia. Sedangkan untuk tahun 2014 ini, hingga bulan Mei tercatat sudah terjadi sebanyak 188 kasus gigitan dan satu kasus diantaranya meninggal dunia.

“Langkah antisipasi memang sangat diperlukan untuk menekan angka kematian yang terjadi akibat kasus rabies ini. Apalagi mengingat daerah Minahasa termasuk daerah endemis penyakit Rabies,” ungkapnya.

Selain harus diwaspadai warga, peran serta dari setiap sektor terkait diakuinya memang sangat diperlukan. Untuk itu pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Minahasa dalam upaya mencegah penyebaran virus rabies ini.

“Pencegahan sejak dini yang harus dilakukan seperti dengan memvaksinasi hewan peliharaan penyebab rabies seperti kucing dan anjing,” kata dia.

Mengenai gejala rabies ini, katanya, penderita mengalami sakit kepala, lesu, mual, nafsu makan berkurang, gugup dan nyeri bila ditekan pada bekas luka gigitan. “Gejala yang khas yaitu rasa takut atau phobia terhadap air yang berlebihan, kejang-kejang yang disusul dengan kelumpuhan,” ujar Kaunang.

Untuk itu diapun meminta agar jika ada warga yang digigit anjing untuk segera melakukan langkah-langkah pencegahan yaitu mencuci luka dengan sabun serta membersihkannya dengan air yang mengalir minimal 15 menit. Setelah itu, luka tersebut harus dibersihkan dengan alkohol atau obat antiseptik lainnya.

“Juga sangat dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat. Untuk pemberian Vaksinasi Anti Rabies (VAR) dilakukan tiga kali yaitu di hari pertama, hari ke tujuh dan ke 21,” katanya. (Jeksen Kewas)



Sponsors

Sponsors