Foto: Pjs Padolo menyerahkan cinderamata kepada Pjs Kaligis. (ist)
Pemkot Tomohon Jadi Pilihan Kunker Pemkab dan DPRD Torut
Tomohon, MX
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toraja Utara (Torut) dipimpin Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Dr. Amson Padolo dan Komisi 2 DPRD Kabupaten Torut mengadakan kunjungan kerja (Kunker) di Tomohon. Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon jadi pilihan untuk Kunker. Rombongan diterima langsung Pjs Wali Kota Tomohon, Ir.. Fereydy Kaligis, M.A.P., di Cafe Linow Tomohon, Jumat (25/10/).
Ketua Komisi Dua DPRD Kabupaten Torut, Israel Makole mengatakan, Kunker ini bertujuan untuk membicarakan soal ternak babi. Di mana, adat istiadat Toraja, sekali melaksanakan acara, kebutuhan akan ternak babi ratusan ekor. Namum kurang lebih tiga tahun terakhir ini telah terjadi krisis ternak babi di Toraja akibat dampak dari virus ASF.
Dampak yang sangat terasa oleh masyarakat, yaitu pasaran terlalu tinggi, meningkat kurang lebih 300 persen. Pihaknya ingin mengadopsi sistem yang di lakukan kota Tomohon. Apalagi alamnya Tomohon persis seperti Toraja.
"Sebab itu, kami mau belajar dan mendapatkan informasi dari Tomohon. Kira-kira bagaimana kelangsungan ternak babi di Tomohon yang masih bertahan. Atau ada solusi dalam menghadapi virus ASF tersebut.
PJs Bupati Torut menjelaskan, virus ASF menjadi problem bagi mereka di Toraja karena berimbas kepada perekonomian masyarakat. Sruktur ekonomi masyarakat mengalami kerugian karena banyak ternak yang mati. Dalam upacara adat yang paling spesial adalah hewan ternak, karena itu spesial, paling di perlukan maka harganya naik.
"Kami ingin bertukar pikiran dengan Pjs Wali Kota Tomohon dan jajaran sehingga ada solusi, karena ini sudah menyangkut masyarakat. Kami bermaksud untuk silahturahmi karena Tomohon dan Toraja Utara memiliki potensi pariwisata yang sama," ungkap Padolo.
Kata dia, bila ada kunjungan wisata dari warga Tomohon ke Torut, pihaknya siap menyambut. Sebagaimana pengembangan strategi pariwisata, dia berharap, Tomohon dan Torut bertumbuh bersama didalam kasih Tuhan. (hendra mokorowu)



































