PDAM Beber Persoalan, Jaringan Pipa Usang Masalah Krusial


Tomohon , MX

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tomohon membeberkan sejumlah permasalahan yang dihadapi dalam pendistribusian air ke pelanggan. Salah satunya, jaringan pipa yang usang. Ini merupakan masalah krusial yang menjadi kendala dalam upaya memberi pelayanan prima kepada pelanggan. Demikian Direktur Utama PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget kepada sejumlah media saat konferensi pers yang digelar Bagian Humas dan Prokopim Setda Kota Tomohon di gedung TUP, Jumat (18/10).

Sedikitnya ada 3 persoalan utama. Debit mata air menurun, jaringan pipa perlu direvitalisasi dan pompa harus diganti karena usia. "Masalah jaringan pipa, baik transmisi maupun distribusi, ini genting. Sebab, umur jaringan pipa sudah lebih dari 40 tahun terpasang. Sudah keropos dan ada yang pecah," ungkap Ngenget.

Diketahui, jaringan pipa transmisi dan distribusi sudah terinstal lawas, jauh sebelum kota Tomohon terbentuk. Itu masih dalam pemerintahan kabupaten Minahasa. Salah satu upaya mengatasi persoalan tersebut, yaitu melakukan penggantian pipa. Revitalisasi pun dianggap menjadi urgensi saat ini.

"Jaringan pipa sudah harus segera direvitalisasi. Karena tingkat kebocoran melalui pipa cukup tinggi, empat sampai lima puluh persen air terbuang. Akibatnya, air yang sampai di konsumen, tinggal 50 persen," beber Ngenget.

Diakuinya, keadaan ini menjadi dilematis. Apalagi, debit mata air berkurang lantaran musim kemarau berkepanjangan. Imbasnya, mengganggu suplai air kepada pelanggan. Meski begitu, PDAM Tomohon terus berupaya melakukan pelayanan yang terbaik. Tentu sambil menunggu pengajuan alokasi anggaran pembangunan revitalisasi pipa PDAM kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Tomohon. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors