Foto: Foto bersama para peserta dan narasumber, inzet Soputan saat membuka kegiatan.
Sukseskan Pilkada 2024, KPU-PUKKAT Sosialisasikan Tahapan Pemilihan
Tomohon, MX
Upaya untuk menyukseskan pelaksanaan pemilihan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di daerah Nyiur Melambai terus digencarkan penyelenggara teknis pesta demokrasi. Itu diimplementasikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui program sosialisasi yang bekerja sama dengan Pusat Kajian Kebudayaan Indonesia Timur (PUKKAT). Sosialisasi penyelenggaraan pemilihan pun diberikan kepada masyarakat pemilih di wilayah kecamatan Tomohon Utara, Jumat (11/10).
Sosialisasi yang digelar di gedung olahraga kecamatan Tomohon Utara ini dibuka Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU Kota Tomohon, Deisy Telma Soputan, S.Pd., M.Hum., mewakili KPU Sulut. Dikatakan Soputan, pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun ini akan berlangsung secara serentak nasional pada 27 November 2024. Di Sulut sendiri, akan dilaksanakan 15 kabupaten kota plus provinsi. Pilkada tahun 2020, di Sulut hanya 7 kabupaten kota plus provinsi yang melakukan pemilihan.
"Tetapi, berdasarkan undang-undang dan peraturan yang ada, ditetapkan bahwa tahun 2024 ini, dilaksanakan pemilihan serentak semua daerah di Indonesia, lima ratus sekian kabupaten kota dan tiga puluh delapan provinsi. Pemilihan di Sulut sendiri, berlangsung di lima belas kabupaten kota plus provinsi," kata Soputan yang juga sebagai narasumber sosialisasi.
Ia mengungkapkan, kini KPU sedang memproses penyampaian logistik pemilihan. Pencetakan surat suara dan hal-hal yang dibutuhkan dalam proses pemungutan, sementara dilaksanakan. Pun saat ini, sudah berada di tahapan kampanye yang akan berlangsung selama 2 bulan. Mulai 25 September sampai 24 November 2024.
"Ada beberapa metode yang dilakukan pasangan calon (Paslon), yaitu kampanye tatap muka, rapat terbatas dan rapat umum. Ada juga melalui pemasangan alat peraga kampanye (APK) berupa baliho, spanduk pamflet atau flyer. Kampanye rapat umum hanya dilakukan satu kali setiap Paslon dan semua APK sudah harus diturunkan pasca 24 November 2024," jelas Soputan.
Direktur PUKKAT, Dr. Denni H.R. Pinontoan sebagai narasumber menuturkan, pihaknya merupakan mitra kerja KPU Sulut, dipercayakan untuk menggelar sosialisasi pemilih umum (Pemilu) ini. Salah satu tujuan kegiatan, yaitu memacu tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada tahun 2024. Sebab itu, dirinya mengapresiasi seluruh peserta dan para narasumber. Menurutnya, kehadiran seluruh peserta sosialisasi itu, juga merupakan bentuk partisipasi dalam tahapan Pilkada.
"Lewat sosialisasi ini, kami membantu KPU Sulut untuk mendorong masyarakat pemilih agar melibatkan diri secara langsung dalam pemilihan. Apalagi, ini berkaitan dengan kedaulatan atau kekuasaan rakyat yang akan dititipkan kepada calon pemimpin daerah. Untuk itu, masyarakat juga harus cerdas melihat, mana calon yang program visi misinya memuat kepentingan rakyat," ujar Pinontoan dalam materinya.
Dalam sosialisasi ini, tampil juga narasumber dari Pegiat Pemilu, Direktur Mapatik, Rikson C. Karundeng, M.Teol. Dia memaparkan tentang sejarah demokrasi di Indonesia dan bagaimana prinsip masyarakat lampau dalam Pemilu tanpa politik uang. Poin menarik, di masa silam itu, masyarakat memilih berdasarkan pada tiga penilaian terhadap calon, yaitu tingkat intelektual, orang yang kuat secara fisik dan bijaksana. Diketahui, peserta sosialisasi merupakan perwakilan masyarakat dan pemilih milenial di wilayah kecamatan Tomohon Utara. Dihadiri Camat Tomohon Utara, Rickyanto Supit dan sejumlah insan pers. (hendra mokorowu)



































