Foto: Suasana pembukaan Rakor. (Foto Hendra Mokorowu)
KPU Tomohon Gelar Rakor Persiapan Pembentukan KPPS
Tomohon, MX
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan sosialisasi persiapan pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Adapun KPPS tersebut akan bertugas selama 1 bulan dalam pemilihan gubernur/wakil gubernur dan wali kota/wakil wali kota tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Lumimpasot Cafe and Hall, kelurahan Matani Tiga, kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (17/9).
Ketua KPU Kota Tomohon, Albertien Vierna Pijoh saat membuka kegiatan mengatakan, pembentukan KPPS merupakan tahapan penting. Mengingat, tugas tanggung jawab KPPS tidak mudah sebagai ujung tombak KPU. Sebab itu, pihaknya melibatkan pembawa materi yang berasal dari luar KPU. Di antaranya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tomohon. Termasuk unsur pemerintah daerah yang terkait dan pemerhati Pemilu Kota Tomohon.
"Untuk itu, dalam Rakor dan sosialisasi ini kami menghadirkan narasumber dari luar KPU, yakni pihak-pihak terkait. Tentunya sangat penting bagi kami karena nantinya akan ada masukan dan support kepada KPU dalam kerangka pembentukan KPPS," ungkap Pijoh.
Sementara, Ketua Divisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Tomohon, Deysi Soputan menekankan kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS), pembentukan KPPS mesti dijalankan dengan teliti. Pihaknya meminta bantuan Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan dan Pengawas Kelurahan Desa untuk dapat memberikan masukan terkait calon-calon KPPS yang mendaftar.
"Dalam perekrutan KPPS ini, teman-teman PPS harus memperhatikan agar jangan menerima orang-orang yang pernah bertugas pada Pemilu lalu, tapi ada catatan buruknya. Tolong hal ini diperhatikan baik-baik," tegas Soputan.
Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Tomohon, Arinny Poli menambahkan, calon KPPS tentu harus memiliki kriteria sesuai ketentuan. Tentu harus sehat jasmani dan rohani. Tidak boleh gagap teknologi karena saat ini, semua pekerjaan KPPS sudah menggunakan teknologi. Apalagi, secara 100 persen harus memakai aplikasi Sirekap.
"Calon KPPS harus bertanggung jawab terhadap pekerjaan. Jangan sampai sama dengan kejadian yang lalu. Ada (KPPS, red) yang mungkin sudah kelelahan, malah meninggalkan tugas. Masih sementara rekap, KPPS sudah pulang ke rumah," ketus Poli.
Terpantau, turut hadir dalam pembukaan Rakor ini, Ketua Divisi Sosialisasi, Partisipasi Masyarakat, Pendidikan Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU Tomohon, Rojer Rafael Datu. Narasumber, yakni Ketua Bawaslu Tomohon, Stenly Jerry Kowaas, Kasat Pol-PP Tomohon, Jusak Pandeirot, Kepala Dinas Kesehatan, dr John Lumopa. Sebagai peserta, yakni Panitia Pemilihan Kecamatan dan PPS se-kota Tomohon. (hendra mokorowu)



































