Foto: Suasana pembukaan release token ANBK, inzet Kadis Dolvin sedang menyampaikan laporan. (Foto Hendra Mokorowu)
838 Siswa SMP di Tomohon Ikuti ANBK 2023
Tomohon, MX
Sebanyak 838 siswa sekolah dasar menengah pertama (SMP) di kota Tomohon mengikuti asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) tahun 2024. Ratusan pelajar peserta ANBK tersebut ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) berdasarkan nomor induk siswa dengan menarik data pokok pendidikan sekolah-sekolah. Demikian Kepala Dinas (Kadis) Dikbud Daerah Kota Tomohon, Dr Juliana Dolvin Karwur, M.Kes., M.Si., usai pembukaan token ANBK, Senin (9/9).
"Jumlah 838 siswa itu diambil dari sampel per sekolah rerata 45 siswa. Itu tersebar di 24 SMP se-kota Tomohon. Jadi, siapa siswa yang ikut, itu ditentukan dari pusat. ANBK di Tomohon ada 2 gelombang. Kemudian, terkait kesiapan komputer, ada sekolah yang 3 sesi dan 2 sesi," ungkap Karwur kepada sejumlah media.
Dipaparkannya, hasil asesmen ini menentukan rapor pendidikan kota Tomohon akan seperti apa. Semuanya tentang literasi, numerasi dan karakter. ANBK ini mau mengasesmen untuk melihat kemampuan literasi dan numerasi anak. Bagaimana survei lingkungan belajar, keamanannya, metode pembelajarannya dan kualitasnya proses belajar mengajar.
Sebelumnya, dalam laporan Dinas Dikbud, Karwur bersyukur karena diberikan kesempatan lagi untuk berkumpul dalam kegiatan Release Token ANBK jenjang SMP Kota Tomohon 2024. Katanya, ANBK merupakan bagian dari upaya dalam meningkatkan mutu pendidikan di kota Tomohon. ANBK bukan sekadar evaluasi, tapi merupakan upaya nyata untuk memotret mutu pendidikan melalui penilaian hasil belajar murid yang mendasar.
"ANBK menggunakan tiga instrumen utama, yaitu pertama asesmen kompetensi minimum, yang mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Kedua, survei karakter yang menilai profil karakter siswa. Ketiga, survei lingkungan belajar yang menggambarkan suasana proses belajar di sekolah," urainya.
Dijelaskannya, penilaian ini diperuntukkan bagi siswa kelas 8 yang dipilih secara acak dengan tujuan agar mereka dapat merasakan perbaikan pembelajaran ketika masih berada di sekolah. Selain itu, asesmen ini juga diikuti para guru dan kepala sekolah di setiap satuan pendidikan. Hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas belajar-mengajar.
Asesmen nasional ini bukan hanya alat ukur, tetapi juga pedoman bagi pemerintah dan sekolah untuk melakukan perbaikan. Data dan informasi yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan serta intervensi lebih tepat sasaran guna meningkatkan mutu pendidikan.
"Kami berharap seluruh elemen pendidikan di kota Tomohon dapat bergerak bersama memperkuat sinergi, terus berinovasi demi mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi," pungkas Karwur. (hendra mokorowu)



































