Menjaga Eksistensi Kolintang, FPV Gelar Workshop Bersama BPK 17


Tomohon, MX

Upaya mempertahankan eksistensi seni musik tradisional, Fantastic Prima Vista (FPV) menyelenggarakan workshop pembuatan atau produksi Kolintang. Kegiatan ini mengangkat tema, Kolintang Pemersatu Bangsa. Difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XVII. Dilaksanakan di Wanua Lembean, Minahasa Utara, Senin (19/8).

Dalam workshop ini, dibahas sejarah dan perkembangan Kolintang di setiap masanya. Itu terkait pengalaman dan pengetahuan pengrajin serta peran generasi muda dalam keterampilan mainkan Kolintang. Ketua Pelaksanaan Workshop, Stave Tuwaidan megungkapkan, generasi muda menjadi sasaran utama dalam kegiatan ini. 

"Da beking kegiatan ini, kita undang tu muda-mudi yang suka main Kolintang. Deng tua-tua Lembean yang masih tau bermain Kolintang for mo se ajar pa muda-mudi sejarah deng cara ba beking. Supaya ni muda-mudi nda cuma tau toki-toki," ungkap Tuwaidan.

"Seru skali tadi torang. Yang tua-tua boleh kase pengalaman. Yang muda-muda boleh se bilang tu perkembangan. Pokoknya panjang umur samua," sambungnya.

Tuwaidan mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai BPK 17, Sri Sugiharta bersama tim, yang sudah mendukung kegiatan ini. Sehingga bisa berjalan dengan baik.

Menanggapi hal tersebut, Tim Kerja Fasilitas Pemajuan Kebudayaan, Irawati Usman mengungkapkan, pemerintah memiliki perhatian khusus terhadap upaya-upaya peningkatan kebudayaan di Indonesia.

"Kegiatan seperti ini wajib didukung karena untuk pemajuan kebudayaan yang ada di Indonesia. Terlebih khusus di Sulawesi Utara," ucapnya.

Dijelaskannya, hal ini tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, tentang pemajuan kebudayaan. Ini menjadi acuan untuk terus memfasilitasi kegiatan positif yang melibatkan kebudayaan daerah.

"Jangan berhenti bermain dan belajar membuat alat musik Kolintang agar supaya tetap ada dan tidak hilang," tutupnya.

Setelah melakukan kegiatan workshop, sekira pukul 19:00 Wita, FPV melangsungkan malam keakraban dengan bertukar pikiran serta makan minum bersama. (benhard holderman)



Sponsors

Sponsors