Buka Giat Penguatan SAR Masyarakat Tomohon, Caroll Apresiasi Basarnas


Tomohon, MX

Wali Kota Tomohon, Caroll JA Senduk SH mengapresiasi Lembaga Pemerintah Non Kementrian Indonesia yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR). Dalam hal ini, Badan SAR Nasional (Basarnas) Republik Indonesia. Sebab telah menginisiasi kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang pencarian dan pertolongan kepada publik Tomohon. Bertempat di gedung pertemuan Rindam XIII/Merdeka Kota Tomohon, Kamis (11/7).

"Terima kasih kepada Basarnas Republik Indonesia karena menyelenggarakan kegiatan di Kota Tomohon. Harapan kami, kiranya kegiatan ini dapat bermanfaat baik bagi masyarakat kota Tomohon," ungkap Caroll.

Dalam sambutannya ia mengakui, kota Tomohon ini memiliki 2 gunung api yang aktif, yaitu Lokon dan Mahawu.. terkait ini, dirinya mengingatkan kepada masyarakat Tomohon agar harus tetap waspada. Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam kerja-kerja kemanusiaan. Ini semua membutuhkan kolaborasi dan sinergitas bagi semua elemen pemerintah dan stakeholder kebencanaan lainnya. Termasuk peran serta masyarakat.

"Untuk itu kegiatan seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam pelaksanaan pelayanan publik. Khususnya hal pelayanan penanggulangan bencana di kota Tomohon," tutur Caroll.

Dilihat dari indeks risiko bencana. Kota Tomohon sampai tahun 2023, secara umum berada pada tingkat risiko sedang. Khusus untuk bencana gunung berapi berada di tingkat risiko tinggi. Data statisik kebencanaan yang disajikan dalam profil data informasi bencana Indonesia 5 tahun terakhir, menunjukan angka kejadian dan korban cukup tinggi. Ini berindikasi, masih banyak tugas yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko bencana dan dampaknya.

"Kegiatan saat ini, sejalan dengan program prioritas nasional dan povinsi. Khusus di visi misi kami, yaitu resiliensi dan penguatan mitigasi bencana. Bukan untuk menghilangkan bencana, tapi guna meminimalisir risikonya. Kesiapsiagaan bencana sebagai budaya karena hampir seluruh wilayah Indonesia berada di daerah rawan bencana," paparnya.

Lanjutnya, itu perlu membangun sinergitas dan memperkuat koordinasi seluruh sektor pentahelix, yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi, media dan seluruh lapisan masyarakat. Serta membangun sistem sampai di tingkat lingkungan. "Diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kebencanaan yang merupakan harapan kita semua," pungkas Caroll. 

Diketahui, kegiatan dirangkaikan dengan simulasi bencana erupsi gunung Lokon. Usainya, kegiatan ditutup secara resmi oleh Direktur Bina Potensi Basarnas RI, Agus Haryono SS MBA. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors