Distankan Tomohon Nantikan Pupuk Bersubsidi Kementan


Tomohon, MX

Kota Bunga saat ini sedang menunggu pupuk bersubsidi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distankan) Kota Tomohon sudah mengajukan kebutuhan pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian. Demikian Kepala Distankan Kota Tomohon, Dr Karel F Lala SP MSi kepada manadoxpress.com, Selasa (7/5).

"Jadi, dia (pupuk bersubsidi, red) nanti didapati di realokasi. Sebenarnya dijanji bulan April. Namun saat ini kita masih menunggu. Semua kebutuhan sudah kita input, tinggal diverifikasi," ungkap Lala usai menghadiri upacara hari pendidikan nasional tahun 2024 di halaman kantor Walikota Tomohon.

Guna mengantisipasi kelangkaan pupuk bersubsidi saat ini Lala menganjurkan kepada kelompok-kelompok tani agar menggunakan pupuk organik. "Ini salah satu solusi atau jalan keluar untuk menghadapi situasi kelangkaan pupuk," katanya.

Lala menggambarkan, pupuk organik itu bisa dibuat sendiri oleh petani. Atau petana juga bisa membeli pupuk organik yang dijual di botol-botol. Ada juga pupuk organik eco enzim yang bisa diperoleh dengan gratis di Pusat Pengolahan Sampah Organik Terpadu, komplek kantor Distankan. Selain itu, pihaknya juga menyarankan petani agar tetap menggunakan pupuk kandang atau kompos.

"Kalau untuk pupuk bersubsidi dari kementerian, kita tinggal menunggu. Tapi sudah kok, tinggal mau diverifikasi. Semua masalah pupuk dari tahun lalu sudah masuk ke kementerian, tinggal diverifikasi. Pengajuan pupuk bersubsidi itu sudah sesuai dengan kebutuhan yang disusun dalam rencana definitif kelompok tani," papar Lala.

Ditambahkannya, Distankan sudah mengantongi data total kebutuhan pupuk bersubsidi di kota Tomohon. Dalam waktu dekat, data tersebut akan dikirimkan ke Kementan. "Hanya saja sekarang kita menunggu surat keputusan untuk realokasi. Jadi, kepada para petani di kota Tomohon, jangan kuawatir karena tetap akan mendapatkan pupuk bersubsidi," pungkasnya. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors