Foto: Suasana sosialisasi, inzet Karundeng memberikan pemaparan dan pose bersama Camat serta para Lurah.
Karundeng Optimis, Prevalensi Stunting Tomohon Menurun
Tomohon, MX
Hingga pekan ke-51 tahun 2023 ini, angka stunting di Kota Sejuk diyakini mengalami penurunan. Ungkapan optimis ini dituturkan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tomohon, drg JeandArch Karundeng kepada manadoxpress.com di aula kantor kecamatan Tomohon Utara (Tomut), Kamis (21/12).
"Kemungkinan besar, prevalensi stunting di kota Tomohon, turun. Barangkali, angkanya tidak lagi sampai di dua digit," kata Karundeng usai tampil sebagai pemateri pada sosialisasi tentang penanganan penurunan stunting di kecamatan Tomut.
Lanjut Ketua TP-PKK Kota Tomohon ini, informasi secara resmi nanti akan disampaikan Kementerian Kesehatan melalui pemerintah provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pun rasa optimisme itu tentu diperkuat dengan upaya-upaya yang telah dilakukan.
"Semisal, balita stunting sudah kita intervensi. Juga ibu-ibu hamil yang beresiko tinggi melahirkan anak stunting. Misalnya ibu hamil kekurangan energi kronis, ada penyakit hipertensi, diabetes dan lain-lain," urai Karundeng sembari didampingi Camat Tomut, Ricky Supit.
Selain itu berbagai upaya pencegahan stunting pula sudah dilakukan. Sehingga Tomohon menjadi daerah dengan angka stuntingnya terendah di Sulut. Bahkan jadi percontohan di bumi Nyiur Melambai. Adapun pencapaian penurunan stunting di Tomohon berada di angka 13,7 persen. Itu sudah melampaui target nasional yang berada di 14 persen.
Diketahui, hasil penanganan stunting ditentukan lewat elektronik-pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat yang diinput Puskesmas dan dari penimbangan posyandu. Ada juga hasil yang didapat dari survei kesehatan Indonesia. (hendra mokorowu)



































