Polusi Kandang Babi, Warga Wailan dan Pengusaha Sudah Berembuk


Tomohon, MX

Ada persoalan lingkungan di Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara (Tomut). Dugaan terjadi polusi akibat aktivitas peternakan babi di sekitar permukiman, mengemuka. Hal ini pun memantik keluhan masyarakat. Limbah peternakan diduga telah mencemari udara sehingga mengusik kenyamanan masyarakat setempat. Imbasnya, sejumlah warga menderita infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Demikian Lurah Wailan, Sefri Pungus ketika bertemu manadoxpress.com di kantor kecamatan Tomut, Kamis (16/11). Dikatakan, persoalan ini sudah dilaporkannya ke Camat Tomut saat momen rapat koordinasi kecamatan baru-baru ini. Besok harinya, pihak Puskesmas langsung turun memeriksa lokasi pencemaran.

Lanjutnya, masalah tersebut memang sudah dibicarakan bersama antara warga dan pengusaha. Pertemuan dilangsungkan di kantor kelurahan Wailan. Salah satu kesepakatan, yaitu peternakan tersebut harus dipindahkan jauh dari permukiman. Pun saat ini secara berangsur, pihak pengusaha sudah mulai memindahkan ternaknya.

"Pengusaha menjamin, bulan Juni tahun 2024, lokasi peternakan di kelurahan Wailan sudah bersih. Artinya, saat itu semua ternak telah direlokasi ke tempat lain. Pengusaha juga telah memberikan dana kompensasi untuk masyarakat yang mengalami sakit ISPA," ungkap Pungus.

Terkait jangka waktu pemindahan ternak yang dijanjikan pengusaha, dinilai warga itu terlalu lama. Terhitung dari sekarang, masih ada sekitar 8 bulan lagi masyarakat akan menghirup udara yang terkontaminasi dengan aroma kandang babi. 

"Kalau nanti bulan Juni 2024, itu memang terlalu lama. Kami sebagai masyarakat memohon agar proses pemindahan ternak-ternak itu jangan terlalu lama," tutur para warga yang rumahnya berdekatan dengan komplek kandang.

Sementara, Camat Tomut, Ricky Supit menegaskan, pemerintah kecamatan pasti beri perhatian pada masalah tersebut. Pihaknya akan berupaya agar persoalan itu tidak berlarut-larut. Untuk itu, Supit mngimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari tindakan anarkis. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors