Hadapi Kemarau, PDAM Aktifkan IPA Terapkan Metode Couple


Tomohon, MX

Menghadapi musim kering, sejumlah terobosan preventif dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tomohon. Langkah-langkah strategis pun direalisasikan untuk meminimalisir terjadinya kondisi terburuk akibat musim kemarau. Hal ini dijelaskan Direktur Utama PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget ketika diwawancarai manadoxpress.com, Kamis (24/8).

Dipaparkannya, saat ini pihaknya telah mengaktifkan kembali instalasi pengolahan air (IPA) di Sineleyan yang sudah bertahun-tahun tidak digunakan. Namun sebelum itu, PDAM telah melakukan pengurasan, pembersihan dan perbaikan terhadap IPA tersebut.

"Alhasil, IPA di mata air Sineleyan sekarang bisa digunakan. IPA ini berfungsi menambah produksi di musim kemarau guna menjamin ketersediaan air bersih untuk masyarakat pelanggan," tutur Ngenget.

Langkah strategis berikutnya, PDAM menerapkan metode couple. Dua mata air berdekatan, kedua pipanya digabungkan menjadi satu jalur. Dimana, di sekitar sumber mata air utama terdapat mata air lain.

"Nah, kita tangkap aliran di mata air kecil dan di-couple-kan ke pipa sumber mata air utama. Ini agar produksi di sumber mata air utama bisa bertambah. Metode ini sudah kita lakukan di mata air Mahlimbukar dan Rurukan," ungkapnya.

Metode lainnya, Ngenget cs menjalankan sistim buka tutup rpr katup pipa. Pelanggan yang dilalui jalur pipa dari mata air Rurukan, biasanya dilayani satu hari. Kini dibahagi hanya setengah-setengah hari.

"Ada juga wilayah-wilayah yang biasanya 12 jam dibuka, sekarang hanya buka 10 jam. Sementara, 2 jamnya dialihkan ke lokasi yang dampak kemarau sangat terasa. Sebelumnya, kita sudah mengadakan pemberitahuan soal ini ke para pelanggan," jelas Ngenget.

Pun saat ini PDAM telah merencanakan untuk mengambil sumber mata air Malangen di belakang SMA Katolik Karitas Tomohon. "Rencananya, aliran mata air Malangen akan kita ambil dan di-couple ke jaringan pipa PDAM untuk menambah suplai air," katanya.

Adapun, sejumlah langkah strategis tersebut sudah dan akan dilaksanakan demi menjamin pelayanan air bersih kepada pelanggan di musim kemarau. Apalagi, saat ini produksi air PDAM mengalami penurunan debit rata-rata 20 persen.

"Hampir semua sumber mata air yang dikelola PDAM, mengalami penurunan debit air sampai 20 persen," tandas Ngenget. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors