Foto: Adrian Ngenget
Dampak Kemarau, Debit Air PDAM Turun 20 Persen
Tomohon, MX
Kemarau yang terjadi 2 bulan belakangan ini di Kota Sejuk menimbulkan dampak negatif di sejumlah sektor. Salah satunya, sektor penyediaan air bersih.
Produksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) mengalami penurunan. Direktur Utama PDAM Kota Tomohon, Adrian Ngenget menjelaskan, debit mata air bersih berkurang sekitar 20 persen dari biasanya. Hal ini merupakan dampak dari alam, yakni musim kemarau yang sudah berlangsung hingga hari ini.
"Hampir semua sumber mata air yang dikelola PDAM, mengalami penurunan debit air sampai 20 persen," ungkap Ngenget kala disambangi manadoxpress.com, Kamis (24/8).
Terkait itu, pihaknya mengimbau masyarakat pelanggan PDAM agar dapat melakukan penghematan dalam penggunaan air. "Untuk sementara waktu, masyarakat pelanggan diharapkan bisa hemat dalam pemakaian air," tandas Ngenget.
Guna meminimalisir dampak kemarau, PDAM mengambil langkah antisipatif. Adalah buka tutup rpr katup pipa air. Kawasan yang biasanya 12 jam dibuka, kini hanya buka 10 jam. Sementara, 2 jamnya dialihkan ke lokasi yang dampak kemarau sangat terasa. Ini upaya melakukan pemerataan penyaluran air bersih ke wilayah-wilayah tertentu. (hendra mokorowu)



































