Foto: JeandArc memaparkan prevalensi stunting di Tomohon.(ist)
Karundeng Paparkan Capaian Prevalensi Stunting di Giat Bappeda Sulut
Tomohon, MX
Prevalensi stunting di Kota Tomohon dengan tekad bulat akan diupayakan menurun. Hal ini dikatakan Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tomohon, drg JeandArc Senduk-Karundeng kala menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Pemerintahan, Sosial dan Budaya di The Sentra Hotel Manado, Senin (29/5).
JeandArc yang juga Ketua TP-PKK Tomohon mengungkapkan, Kota Bunga sendiri, angka penurunan sudah berada di bawah standar nasional, yakni 14 persen.
"Sampai saat ini pemerintah terus berupaya dalam hal penurunan stunting. Bahkan atas kerja keras semua pihak, capaian prevalensi angka stunting sudah di bawah rata rata nasional," kata JeandArc dalam kegiatan pembukaan penilaian kinerja penurunan stunting tahun 2023 di Sulut.
Dia menjelaskan gambaran umum terkait kondisi stunting, serta komitmen Pemerintah Kota Tomohon. Diketahui, Kota Tomohon kaitannya Study Data Status Gizi Indonesi (SSGI) tahun 2022 menunjukan prevalensi angka stunting di Sulut berada di angka 20,5 persen. Tomohon pun sudah berada di angka 13,7 persen. Artinya, target nasional penurunan prevalensi stunting 14 persen tahun 2024 sudah dilampaui.
Hasil ini menempatkan Tomohon sebagai satu satunya daerah di Sulut yang sudah mencapai target nasional 2024, yaitu di bawah 14 persen. Penilaian kinerja penurunan stunting, dilakukan terhadap 15 Kabupaten/Kota se-Sulut, didalamnya Kota Tomohon.
Ikut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra, ODS Mandagi, Kadis Perkim, Joice Taroreh, Kadis PPKB, Mareyke Manengkey, Kepala Bappelitbang, Ingrid Palit, Kadis Pangan, Novy Kainde, Kadis Kesehatan, John Lumopa. (hendra mokorowu)



































