Foto: Tim saat usai melakukan pengecekan di salah satu kandang ternak babi.
Ratulangi: Daging Babi Aman, Tidak Membahayakan Kesehatan Manusia
Tomohon, MX
Pemerintah Kabupaten Minahasa, mengambil langkah cepat dalam menangkal isu tentang penyebarangan virus unggas Flu Babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) yang menyebabkan kekhwatiran dan kegaduhan di tengah masyarakat.
Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda Deisye Watania, MM, MSI, saat diwawancarai media ini, Kamis (27/7).
“Kami sudah menerjunkan Dinas Pertanian, Bidang Peternakan untuk melakukan pengecekan terhadap kesehatan hewan ternak babi di semua tempat atau kandang-kandang di Minahasa,” ucap Watania.
Ditambahkannya, hasil pengecekkan kesehatan oleh tim, dipastikan daging ternak babi di Kabupaten Minahasa aman untuk dikonsumsi.
"Sayapun menyatakan dukungan terhadap kebijakan Forkopimda Sulut. Bahkan menghimbau masyarakat Minahasa untuk tidak menerima hewan ternak babi dari luar daerah," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Minahasa, Margaretha Ratulangi saat dikonfirmasi mengungkapkan bahwa daging ternak babi yang terdampak ASF aman untuk dikonsumsi oleh manusia.
“Kami menghimbau kepada para peternak hewan babi agar tetap menerapkan bio security atau pertahanan pertama untuk pengendalian wabah di lingkungan kandang,” ucap Ratulangi.
Lanjutnya, Dinas Pertanian melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Pauldy Aguw didampingi Drh Louise Kumaunang bersama tim sudah dua minggu bergerak. Tim ini telah membagikan vitamin serta penyemprotan cairan disinfektan di semua kandang peternakan.
“Masyarakat Minahasa tak perlu takut bahkan was-was tentang isu flu ini. Namun, masyarakat juga harus benar dalam proses pengolahannya agar aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Diketahui, hewan ternak babi yang sudah terdampak virus ASF hanya akan menularkan flu tersebut kepada sesama hewan ternak lainya. Kemudian, flu tersebut tidak bisa menular atau membahayakan kesehatan manusia.(reinhard loris)



































