Foto: Paula Osak
SMP Kristen Taratara Terapkan Prinsip Kurikulum Merdeka
Tomohon, MX
Guna meningkatkan mutu pendidikan, dan kualitas tenaga pendidik, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kristen Taratara berinisiatif. Meski masih memakai kurikulum 2013 (K13) pada tahun ajaran 2022/2023, satuan pendidikan ini sudah mulai menerapkan prinsip-prinsip kurikulum merdeka. Demikian Kepala Sekolah (Kepsek), Dra. Paula Osak, M.Si., kepada manadoxpress.com, Rabu (15/3).
"Tahun ajaran 2022/2023, kita masih melaksanakan K13. Di tahun 2023, dengan petunjuk atasan, dan kementerian bahwa ada pembukaan pendaftaran pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka (IKM). SMP Kristen Taratara pun mempersiapkan diri serta sudah mendaftar," ungkap Osak di ruang kantornya.
Dijelaskannya, kurikulum merdeka ada tiga jenis. Pertama mandiri belajar, masih menggunakan K13 tapi sejumlah prinsip kurikulum merdeka bisa dilaksanakan. Kedua, kurikulum merdeka berubah, yang dimulai pada siswa kelas VII. SMP Kristen Taratara telah mendaftar kurikulum merdeka berubah berdasarkan rekomendasi Kementerian Pendidikan, dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ketiga, kurikulum merdeka berbagi. Maksudnya, praktik baik yang sudah dilakukan, termasuk perangkat pembelajaran, dan kegiatan-kegiatan, dibagikan di layanan platform merdeka mengajar (PMM). Ini agar sekolah lain bisa melihat, bahkan dapat mencotohi itu.
"SMP Kristen Taratara, tidak bisa serta-merta langsung masuk kurikulum merdeka. Pemerintah tidak membiarkan sekolah menerapkan IKM mulai dari nol. Makanya pemerintah menyiapkan contoh-contoh perangkat mengajar, dan praktik baik melalui aplikasi. Nah di dalam aplikasi PMM, ada fitur-fitur yang bisa kita adopsi, dan adaptasikan. Misalnya, profil pelajar Pancasila, dan kearifan lokal. Pun semua peserta didik kelas VII SMP Kristen Taratara sudah menggunakan prinsip-prinsip kurikulum merdeka," sebutnya.
Dibeberkan, sejak dirinya diangkat menjadi Kepsek SMP Kristen Taratara pada Januari 2023, seluruh elemen sekolah mulai membiasakan diri. Menciptakan atmosfer sekolah yang berprinsip kurikulum merdeka dalam pembelajaran. Termasuk proyek penguatan profil pelajar Pancasila yang pihaknya selaraskan dengan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, yakni marijo ba kobong. Kemudian di GMIM ada mari ba kobong, dan ba ternak.
Kata dia, SMP Kristen Taratara baru ada 1 proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Ini karena pihaknya baru menciptakan suasana adaptasi menuju ke kurikulum merdeka. Proyek dimaksud, yakni anak didik per kelas menanam ketela pohon di lahan sekolah. Melalui proyek ini, semua siswa akan membuat catatan pengamatan dengan berbagai pandangan bidang ilmu.
Nah, memasuki tahun ajaran baru, kita ada persiapan-persiapan menuju kurikulum merdeka. Pertama, memperlengkapi guru dengan belajar mandiri, dan ikut webinar di aplikasi PMM, setiap Rabu Kamis, jam satu sampai jam tiga siang. Kedua, melaksanakan program sekolah berdasarkan raport pendidikan, data dari dapodik, dan data-data penunjang lainnya," pungkas Osak yang pernah menakhodai SMP Negeri 4 Tomohon di masa pandemi Covid-19, tapi bisa meraih banyak prestasi, salah satunya FL2SN musik tradisi ke tingkat nasional. (hendra mokorowu)



































