Seriusi IKM, SD GMIM Wailan Siap Menuju Sekolah Penggerak


Tomohon, MX

Sekolah Dasar (SD) GMIM Wailan menargetkan terjadinya peningkatan kualitas tenaga pendidik, dan peserta didik. Upaya itu dilakukan dengan menjalankan implementasi kurikulum merdeka (IKM) secara serius. Demikian Kepala SD GMIM Wailan, Herny Oroh, S.Pd., kala diwawancarai manadoxpress.com, Senin (13/3).

"Kurang lebih, sudah enam bulan kita melaksanakan IKM. Ada dampak positif yang kami rasakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), baik guru maupun anak didik. KBM menjadi menyenangkan bagi siswa, bahkan anak-anak lebih kreatif. Guru-guru pun mendapat banyak kemudahan dalam mengarahkan anak-anak," sebut Oroh.

Kemudahan guru lanjut Kepala Sekolah (Kepsek), didapat setelah rutin mengakses aplikasi platform merdeka mengajar. Selain itu, dirinya juga menjalankan literasi numerasi terhadap peserta didik. Apabila belum rampung di sesi berhitung, siswa tidak dipaksa untuk belajar perkalian atau pembagian. Jadi dimerdekakan dahulu di sisi berhitung, barulah pindah ke perkalian.

"Di SD GMIM Wailan, lima belas menit sebelum KBM, kita memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melakukan literasi," aku Oroh.

Guna mewujudkan target menjadi sekolah penggerak, Kepsek SD GMIM Wailan mendorong peningkatan kualitas guru. Strateginya, akan dilaksanakan workshop atau pelatihan-pelatihan bagi guru-guru. Pihaknya berencana mendatangkan tenaga profesional sebagai narasumber, bahkan tutor yang bersertifikat. Tentunya tetap berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, dan Kebudayaan (Dikbud) Daerah Kota Tomohon. 

"Saat ini kami memang baru berada di pelaksanaan IKM. Namun ke depan, kami yakin ada peningkatan mutu, baik guru maupun peserta didik. Sehingga peluang untuk menjadi sekolah penggerak bisa tercapai," tandas Oroh sembari mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah kota melalui dinas Dikbud, para stakeholder sampai orangtua siswa. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors