Ikut Sekolah Penggerak, Pembelajaran SD GMIM 8 Lebih Mudah


Tomohon, MX

Guna mewujudkan misi pendidikan nasional menuju Indonesia maju, berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Sekolah Dasar (SD) GMIM 8 Tomohon pun menjalankan program sekolah penggerak dari Kementerian Pendidikan, dan Kebudayaan Kemendikbud Republik Indonesia. Demikian Kepala Sekolah (Kepsek) Lepina Runtulalo, S.Pd., kala bersua manadoxpress.com di kantornya, Kamis (9/3).

Kurang lebih 7 bulan, SD GMIM 8 Tomohon telah melaksanakan program sekolah penggerak. Kepsek pun fokus pada perkembangan hasil belajar peserta didik secara holistik. Ini mencakup literasi, numerasi, karakter, dan sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik unggul.

"Efek dari program sekolah penggerak, sangat terasa. Terdapat banyak kemudahan dalam pelaksanaan pembelajaran di SD GMIM 8 Tomohon. Untuk mencari materi belajar saja, guru-guru tidak lagi susah-susah memilah buku-buku secara manual. Akan tetapi, semuanya tinggal klik di platform merdeka mengajar (PMM)," ungkap Runtulalo.

Dijelaskan, yang menjadi pusat pembelajaran di sekolah penggerak dengan implementasi kurikulum merdeka adalah peserta didik. Itu dengan paradigma baru, yakni pembelajaran yang berdiferensiasi. Maksudnya, fokus pada kebutuhan, dan potensi peserta didik. Anak-anak yang berkemampuan lebih, dan kurang, tidak disamaratakan.  

Melalui sekolah penggerak, guru-guru dimerdekakan dalam mengajar, dan siswa mendapat kemerdekaan belajar. Dampak nyata yang terlihat adalah hubungan antara guru, dan siswa layaknya sahabat. Tidak ada lagi peserta didik yang takut atau malu tampil di hadapan guru.

"Anak-anak lebih bebas berekspresi sesuai kemampuan. Cara belajar pun, anak-anak tidak lagi tertekan dengan target, semisal 75 persen hari tuntas. Justru misalnya kemampuan anak 60, hanya naik menjadi 65, kita sudah berhasil memerdekakan siswa," paparnya.

Ditambahkan, hingga saat ini, SD GMIM 8 masih di bawah intervensi Kemendikbud. Intervensi pertama, penguatan SDM kepala sekolah, dan guru-guru agar menjadi coaching atau fasilitator. Kedua, pembelajaran yang berdiferensiasi. Ketiga, perencanaan berbasis data. Segala sesuatu menggunakan data dalam memanage program sekolah berdasarkan refleksi satuan pendidikan. Keempat, digitalisasi sekolah. Di sekolah penggerak, tersedia PMM melalui dasbor raport pendidikan yang mudah diakses lewat akun kepala sekolah. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors