Caroll Senduk Narsum Dialog Wawasan Kebangsaan


Walikota Tomohon, Caroll Joram Azarias Senduk, S.H., tampil sebagai salah satu narasumber (Narsum) pada giat sosialisasi, dan dialog wawasan kebangsaan dalam mewujudkan kerukunan umat beragama. Kegiatan yang diprakarsai Badan Kesatuan Bangsa, dan Politik Daerah (Kesbangpolda) Kota Tomohon ini digelar di Emera Hills Tomohon, Rabu (25/1).

Saat membuka kegiatan, Caroll mengatakan, tokoh agama bukan hanya sebagai pejuang iman. Tetapi juga sebagai pejuang untuk memperkokoh, dan mempertahankan kerukunan beragama. Bersama pemerintah daerah, tokoh agama pun berkewajiban menjaga, dan memelihara stabilitas di kota Tomohon. Sehingga tercipta rasa aman, tenteram, tertib serta bermoral, dan beretika. Hal itu sebagai aspek penting dalam mendukung kelancaran roda pemerintahan, pembangunan, dan pembinaan kemasyarakatan di kota Tomohon 

Ini sebagaimana tersirat dalam pasal 2 ayat 3 Undang-Undang nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah. Di dalamnya menegaskan 3 tujuan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pertama, peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kedua, peningkatan pelayanan umum. Ketiga, peningkatan daya saing daerah.

"Semua pihak, termasuk pemerintahan daerah propinsi, kabupaten kota maupun masyarakat, berkepentingan, dan memiliki tanggung jawab untuk mewujudkan ketiga tujuan tersebut," lugas Caroll.

Demikian juga keputusan bersama Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Agama nomor 9, dan 8 tahun 2006. Keputusan ini sangat jelas memuat tentang tugas pokok, dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam membina kerukunan umat beragama.

Lanjutnya, kerukunan antar umat semakin memudar lantaran diterpa erosi nasionalisme. Terutama erosi terhadap pilar-pilar negara seperti; Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika. Kemudian, menurunnya rasa kebersamaan, terkikisnya rasa militansi, dan jati diri bangsa. Munculnya intoleransi sesama anak bangsa.

"Kondisi yang terjadi ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Harus dicari jalan keluarnya. Salah satu solusi adalah dengan menguatkan wawasan kebangsaan dalam menjaga kerukunan antar umat beragama," urainya.

Diharapkan walikota, melalui penguatan wawasan kebangsaan yang pluralistik, bisa bertumbuh rasa saling hormat-menghormati sesama anak bangsa, sesama umat beragama, tanpa membedakan gender, etnik, budaya, dan keyakinan. Menjauhkan tindakan kekerasan dalam menyelesaiakan perbedaan pendapat. Penolakan terhadap radikalisme, kekejaman, dan ketidakadilan.

"Untuk itu, saya berharap para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Sebab, kegiatan ini adalah momentum yang tepat untuk menyampaikan permasalahan aktual umat beragama. Sehingga mendapatkan solusi, dan langkah-langkah srategis penyelesaian," papar Caroll.

Diketahui, tampil juga Narsum lainnya, yakni Wakil Walikota Tomohon, Wenny Lumentut, S.E., dan Pendiri Institut for Syriac Culture Studies Pendeta (Pdt) Dr. Bambang Noorsena, M.H., M.Th. Peserta merupakan tokoh-tokoh agama se-kota Tomohon. Turut hadir Staf Ahli Walikota Tomohon, drg. JeandArc Senduk-Karundeng, Ketua FKUB Kota Tomohon Pdt Senduk Roeroe, M.Th., Kepala Badan Kesbangpolda Stenly Mokorimban, S.H. (hendra mokorowu)



Sponsors

Sponsors