Dihadiri Menkes, Vaksinasi Untuk Lansia di Atas 60 Tahun Kangkangi Protokol Kesehatan


Manado, MX

Vaksinasi untuk lanjut usia (Lansia) di atas 60 tahun yang diadakan di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Jumat (5/3), membeludak. Terpantau, dalam proses registrasi dan proses scereening pihak penyelenggara tidak menerapkan jaga jarak, protokol kesehatan pun dilanggar.

Proses vaksinasi ini dihadiri langsung Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI), Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Felly Runtuwene, Rektor Unsrat, Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc., DEA., Kepala Dinas Kesehatan (Kadis) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dr. Debby Kalalo.

Ketua Komisi IX DPR-RI, Felly Runtuwene mengatakan, vaksinasi yang dikhususkan untuk lansia banyak diminta oleh lansia.

"Ini boleh terbantahkan, bicara untuk takut divaksin, karena awalnya hanya 18-59 tahun. Tapi divaksin ini di atas 60 tahun. Ada yang berani dan hasilnya bagus sekali. Nah, sekarang kita bisa lihat semua pengen divaksin," katanya.

Politisi Partai Nasdem ini menambahkan, kegiatan vaksinasi awal dimulai dari pusat kota.

"Selesai di kota Manado, kita akan turun di kabupaten kota lain. Yang perlu juga saya ingatkan, setelah vaksin ini bukan seenaknya buat perjalanan tidak melakukan protokol kesehatan, tetap kita harus jaga," katanya.

Lanjut dikatakan Runtuwene, untuk menjaga kalau tidak tertular Covid-19, harus menjadi contoh kepada masyarakat bahwa protokol kesehatan harus diterapkan.

"Kita harus mengingatkan kepada masyarakat bahwa bagaimana pentingnya menjaga jarak, cuci tangan. 3M plus 2M," lanjutnya.

"Mari kita topang program pemerintah supaya menekan hoaks-hoaks yang di bawah. Dan sudah disampaikan kepada bapak menteri bahwa ada satu di daerah Jawa Barat, sudah divaksin kok bisa kena Covid-19. Semua pendukungan yang ada tentunya tidak seratus persen, kita harus sadari itu. Tentunya ada sekian persen tidak sesuai mungkin yang kita harapkan, tapi paling tidak orang yang kena Covid-19 tidak berat lagi setelah menerima vaksin," tandasnya. (Eka Egeten)



Sponsors

Sponsors