Kerap Didiskriminasi, Warga Raringis Mengeluh


Langowan, MX

Perlakuan diskriminasi terhadap pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) masih terus terjadi. Tak hanya tertuju kepada keluarga, warga sekitar pun ikut merasakan aksi diskriminasi. Kejadian ini lah yang dirasakan warga Desa Raringis, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa.

James Wuon, salah satu warga yang sering merasakan aksi diskriminasi itu menceritakan pengalamannya.

"Memang sejak ada warga Raringis yang dinyatakan positif Covid-19, aktivitas dan pekerjaan kami sebagai tukang tibo ikut terganggu. Karena, saat kami ke pasar jengki di Manado untuk mengantar bahan, orang-orang langsung menjauh. Makanya sudah seminggu ini saya memilih untuk istirahat kerja," ucap Wuon saat ditemui di Desa Raringis, beberapa waktu lalu.

Hal senada juga diungkap Jefry Sumual. Menurutnya, sebagai petani dirinya juga ikut merasakan dampak dari diskriminasi tersebut.

"Orang so nemau pake kami pe jasa sebagai petani for olah lahan. Alasan kata karena pa torang pe kampung ada yang positif corona. Padahal, cuman itu kami pe kerja for mo se hidop keluarga," keluh Sumual.

Sementara itu, Hukum Tua Raringis, Bennie Sumual mengatakan, perlakuan diskriminasi ini sangat mempengaruhi masyarakat di desanya. Bahkan, atas alasan ini, diduga ada oknum yang sengaja mencari keuntungan.

"Sejak kejadian itu, orang yang mengambil bahan hortikultura di Raringis so tako. Jadi terpaksa, petani jual murah. Itu petani beking daripada tu bahan cuman busuk," ucapnya.

Ia berharap, tak ada lagi diskriminasi terhadap warganya, apalagi keluarga pasien positif Covid-19 telah menjalani isolasi mandiri.

"Pemerintah Desa Raringis memastikan kalau keluarga sudah menjalani isolasi. Kami terus lakukan pemantauan. Jadi berhentilah saling mendiskriminasi, marilah kita saling mendoakan agar wabah ini cepat berlalu," tandasnya. (Kharisma)



Sponsors

Sponsors