BPJS Tawarkan Program Unggulan Di Tengah Pandemi


Tondano, MX

Badan Penyelenggara Jaminan Nasional (BPJS) Kesehatan terus berinovasi. Di tengah gelombang Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), berbagai terobosan terus digenjot. Salah satunya ditunjukkan dengan dihadirkannya Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Tak ayal, program yang juga bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang SJSN itu tuai apresiasi warga.

Pasalnya, program unggulan pemerintah itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Dengan menjadi peserta JKN–KIS, peserta mendapatkan kepastian dalam penjaminan pelayanan kesehatan.

Di tengah gempuran Covid-19, program ini disebut jadi alternatif bagi masyarakat yang merasa resah. Tak hanya itu, kebijakan pembatasan sosial yang mengharuskan setiap orang menghindari penumpukan masa juga menjadi salah satu alasan orang menggunakan JKN-KIS.

Seperti yang disampaikan Freidie Wowiling dalam perjumpaan dengan tim Jamkesnes. Ia menceritakan, bagaimana pengalamannya menggunakan JKN-KIS.

“Kartu KIS saya sudah lama rusak, tapi takut ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengganti kartu, takut tertular penyakit, apalagi umur saya sudah segini dan saya mempunyai riwayat penyakit Tekanan Darah tinggi,” kata Freidie.

Ia menjelaskan, sejumlah fitur yang disediakan juga kian memanjakan pengguna JKN-KIS, seperti halnya mobile JKN.

“Beberapa fitur yang ada di Mobile JKN sangat mempermudah peserta, misalnya untuk memperbaharui data kepesertaan, mengganti fasilitas kesehatan tingkat pertama dan fitur KIS Digital. Ini tentu saja sangat bermanfaat. Saya yang ragu untuk ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengganti Kartu KIS saya yang rusak, sangat terbantu dengan fitur KIS Digital. Saya bisa memanfaatkan KIS Digital saya untuk mengakses Fasilitas kesehatan,” tutur Freidie.

“Pengalaman saya menggunakan JKN – KIS, pelayanannya bagus dan sama sekali saya tidak dikenakan biaya jika kita mengikuti prosedur yang berlaku,” tandasnya sembari berharap agar pelayanan terhadap peserta JKN – KIS dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. (Kharisma Kurama)



Sponsors

Sponsors