Di Tengah Covid-19, GMKI Tomohon Bicara Efektivitas Belajar dari Rumah


Tomohon, MX

Pandemi Coronavirus Desease 2019 (Covid-19), mengubah sendi - sendi tatanan kehidupan manusia, salah satunya dalam dunia pendidikan. Kebijakan pemerintah untuk belajar dari rumah, berdampak bagi proses belajar - mengajar dalam perguruan tinggi.

Melihat hal ini, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tomohon, menyelenggarakan webinar yang bertajuk, "Efektivitas Kegiatan Belajar - Mengajar dari Rumah bagi Mahasiswa Perguruan Tinggi". Senin, (25/05).

Diketahui, diskusi menghadirkan 2 orang pemantik, Joksan Huragana, S.Kep., M.Kes., selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNSRIT, dan Pdt Denny Tarumingi, M.Pd.K., Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Teologi UKIT. Serta para pimpinan BEM di beberapa Perguruan Tinggi, yang ada di Kota Tomohon.

Joksan Huragana mengatakan, situasi saat ini memang sangat sulit. Pihak Perguruan Tinggi Swasta (PTS), juga berupaya mencarikan solusi terbaik untuk menanggulangi terkait perkuliahan online ini, agar dapat efektif bagi mahasiswa.

"Universitas swasta dalam hal ini, terus mencari formulasi yang terbaik, dengan adanya perkuliahan online ini, agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan secara efektif, mengingat banyak mahasiswa yang berada di luar Kota Tomohon kesulitan dengan jaringan internet." jelasnya.

Senada dengan itu, Pdt Denny Tarumingi mengemukakan,  pihaknya (Fakultas Teologi UKIT, red) sedang menyiapkan langkah - langkah konkrit terkait kebijakan belajar daring ini.

"Kami sedang berupaya untuk pengadaan kuota internet gratis bagi mahasiswa. Sudah diusulkan surat ke yayasan terkait dengan ini, namun kami masih menunggu responnya. Karena, kita di universitas swasta, prosedurnya harus seperti itu." ungkapnya.

Sementara salah satu pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Devona Tangel yang adalah Ketua BEM Fakultas Teologi UKIT mengatakan, mahasiswa yang terdampak pandemi ini, mengeluhkan biaya kuota internet untuk kuliah daring, tapi juga ada kendala lain.

"Tidak hanya kuota internet yang menjadi kendala. Lain lagi ketika ada mahasiswa yang sudah pulang ke kampung, sementara jaringan internet belum tercover secara merata di semua daerah yang ada di Sulawesi Utara, sehingga mahasiswa kesulitan untuk mengikuti kuliah online. Hal - hal ini juga harus menjadi perhatian khusus bagi pimpinan universitas maupun fakultas," pungkasnya.

Di akhir diskusi, para pemantik memberikan apresiasi yang baik bagi GMKI Tomohon, yang sudah menginisiasi dan mengangkat topik yang sangat baik ini. "Lewat diskusi ini, pihak kampus menjadi lebih peka terhadap permasalahan yang sedang terjadi saat ini. Dari hasil diskusi ini juga kami akan mencarikan solusi yang terbaik, bagi sistem perkuliahan di tengah pandemi Covid-19." tutup Huragana.

Ketua Cabang GMKI Tomohon, Steve Tarore berharap diskusi ini dapat berdampak bagi mahasiswa. "Kedepan kami akan melakukan langkah - langkah strategis untuk mengupayakan bantuan bagi mahasiswa yang sedang mengalami kesulitan di masa pandemi ini," ucapnya. (Risal Kahidopang).



Sponsors

Sponsors