Tak Bisa Mudik, Mahasiswa Tidore Minta Diperhatikan Pemerintah
Tondano, MX
Kebijakan pemerintah untuk membatasi akses transportasi ke luar daerah tuai reaksi beragam dari masyarakat. Dody Hendrawan Arbi, misalnya. Mahasiswa Universitas Negeri Manado yang berasal dari Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara (Malut) dipastikan tidak bisa kembali ke kampung halaman.
Nada asa pun meluap. Sebagai anak daerah yang tidak bisa kembali ke daerah asal, dikarenakan wabah Covid-19, Dody menyuarakan harapannya kepada Tidore.
"Kalau boleh, Pemerintah Tidore dapat memberikan sedikit perhatian kepada kami,". Ungkap Dody, Kamis (21/5).
Selain meminta perhatian dari pemerintah, ia juga menyampaikan keluhan yang dialami di perantauan selama masa pandemi.
"Warung disini juga sudah jarang buka, kami untuk membeli lauk harus pergi ke pasar yang jaraknya sangat jauh dari kos, ongkos ke sana pun tidak bisa dibilang murah bagi kami anak kost, dan tentu ini juga sangat beresiko," Keluh Dody.
Ia menambahkan, dirinya dan beberapa mahasiswa lainnya terpaksa mencari kolombi (sejenis kerang sawah) di sawah demi menambah lauk untuk sahur.
"Hal ini kami lakukan demi mengurangi pengeluaran kami disini, karena sangat banyak keperluan yang harus dipenuhi, seperti kuota dan lain sebagainya, " Ungkap Dody.
Dody mengaku, pernah diberikan bantuan berupa sembako dari pihak kampus dan pemerintah setempat, namun hanya cukup untuk seminggu.
"Itu pun baru satu kali di dapat, sekali lagi kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah, " Tutup Dody. (Suryadi Maradjabesy)



































