Ungkapan Hati Seorang Perawat Di Tengah Covid-19, Sembung: Kami Rindu Keluarga


Manado, MX

Upaya memutus rantai penyebaran Coronavirus Desease 2019 (Covid-19) terus digencarkan. Berbagai kiat terus ditempuh para tim medis di setiap Rumah Sakit (RS). Seolah menantang maut, para dokter dan perawat terus bersemangat melawan pandemi ini.

Tak ayal, sejumlah resiko menanti. Apalagi, guna kerja optimal, mereka hampir tak punya waktu untuk beristirahat. Ini dilakukan sebagai dedikasi dalam merawat para pasien.

Rasa takut, sedih dan rindu keluarga serta ingin mundur dalam tugasnya pun terkandung dalam benak.

Seperti diungkap Charla Sembung salah satu Perawat RS Pancaran kasih asal Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

"Sedih, takut, itu sudah jelas. Kami juga masih manusia biasa. Samua suka mo mundur, mo social distancing (jaga jarak sosial,red)  jo supaya tetap kumpul bahagia dengan keluarga di rumah sama deng orang-orang laeng. Itu karena torang le rindu deng keluarga," ungkap Sembung. Kamis, (21/5).

"Doi boleh mo cari mar nyawa nda bole mo cari ulang. Mar kalo samua so mo bapikir bagitu, somo brenti kerja. Sapa yang mo layani pa dorang samua yang butuh perawatan?" tuturnya.

Dijelaskan juga, untuk alat pelindung diri (APD) digunakan mereka selama 6 jam, begitupun dalam sehari ada 3 sampai 4 kali membersihkan tubuh.

"Masalahnya torang langsung baku mangada deng virus langsung, tambah leh APD torang ja pake selama 6 jam. Baju, celana basah samua. Dalam satu hari torang mandi tiga sampe empat kali per hari," jelasnya.

Tidak terbayangkan dengan mengemban tugas yang mereka lakukan itu sangat berat dirasakan. Namun, tidak semua orang menyadari besarnya pengorbanan tersebut. Ironisnya, stigma hingga tindakan tak menyenangkan masih saja terjadi.

"Orang-orang perumahan ja bilang, torang dapa intensif jaba tangani pasien covid. Kita bilang, nda kasiang. Karena torang RS swasta bukang pemerintah yang ja dapa insentif. Kalo pun ada torang bersyukur. Torang nda baharap disitu," ucap Sembung

Dirinya pun berharap, "Semoga pasien boleh bae deng torang sehat-sehat, kuat-kuat trus," pungkasnya seraya mengungkapkan rasa sedih dengan melihat rekan-rekan kerja, ada yang tidur dilantai. (Pieter Kim)



Sponsors

Sponsors