Wujud Kekecewaan, Warga Kema Satu Blokade Akses ke Pasar Kema


Minahasa Utara, MX 

Situasi wilayah Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), kembali memanas. Itu dipicu karena sebagian besar masyarakat Desa Kema Tiga yang sudah didata oleh dinas kesehatan untuk dilakukan rapid test, tidak mengindahkan hal tersebut. Ini memantik reaksi masyarakat Desa Kema Satu. Aksi blokade jalan masuk ke pasar Kema pun tak terhindarkan.    

Rabu, (20/05), sekira pukul 05.30 Wita, aparat Kepolisian dan TNI langsung bergerak ke lokasi, bertemu dengan masyarakat Desa Kema Satu, untuk dapat mengijinkan masyarakat Desa Kema Tiga melewati akses ke pasar. Tawar - menawar pun tak terhindarkan.

Dari pantauan awak media, sempat terjadi adu mulut antara masyarakat Desa Kema Satu dengan Pihak TNI. Tetapi hal ini tidak berlangsung lama. Akhirnya, dengan alasan toleransi dan menghormati pemerintah, masyarakat Desa Kema Satu mengijinkan mereka masuk.

"Blokade jalan ini terjadi dikarenakan adanya  sebagian masyarakat Desa Kema Tiga yang menolak untuk dilakukan rapid test, senin (18/05). Bahkan, ada yang mengunci pintu dan tidak mengijinkan petugas masuk," ungkap Michael, salah satu masyarakat Desa Kema Satu.

Menurutnya, masyarakat Desa Kema Tiga seharusnya lebih proaktif, membantu pemerintah dan tenaga medis, dalam upaya pencegahan Covid-19 ini.

"Kasihan tenaga kesehatan yang sudah membuang waktu dan tenaga hanya untuk memastikan keselamatan kita. Mereka juga mempunyai keluarga," sesalnya.

Tambahnya, aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan warga Desa Kema Satu, terhadap sebagian warga Desa Kema Tiga.

"Sudah dua hari kami mengasihani kalian. Mungkin hari ini, hari terakhir kebaikan kami. Jika kalian tidak menuruti pemerintah dan tim medis, mohon maaf, kami tidak akan memperbolehkan kalian masuk di daerah kami," tutupnya. (Abraham Holderman)

 



Sponsors

Sponsors