Polemik Kebijakan Pemdes Bagi KK Yang Belum Tercover Bantuan, Kumtua Suluan Angkat Bicara


Tombulu, MX

Kebijakan Pemerintah Desa (Pemdes) Suluan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa, sebagai upaya menekan dampak dari Coronavirus Desease 2019 (Covid-19), bagi warga yang belum tercover bantuan, menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat.

Menyikapi hal itu, Petrus Moningka, Hukum Tua (Kepala Desa) setempat, menjelaskan segala bantuan yang masuk di desa. Itu untuk menekan dampak dari Covid-19 dan tentunya sangat membantu masyarakat.

"Bantuan-bantuan yang sudah masuk di Desa Suluan, baik itu Bansos Kabupaten Minahasa, bahkan Bantuan Sosial Tunai serta Bantuan Langsung Tunai dari dana desa, sangat membantu masyarakat yang ada di Desa Suluan," kata  Moningka kepada awak media. Selasa, (20/5) kemarin di kediamannya.

Akan tetapi, lanjut Moningka, disisi lain menjadi beban bagi kami (pemerintah desa, red), adanya keluarga - keluarga yang belum sempat tercover dengan bantuan-bantuan yang ada.

"Bagi keluarga - keluarga yang belum tercover bantuan, telah dirapatkan bersama. Kemudian  kami mengambil suatu kebijakan, agar supaya keluarga-keluarga tersebut mendapat bantuan walaupun hanya seberapa yang ada," jelas Moningka.

Akan tetapi, dalam penerapan kebijakan tersebut, terjadi polemik ditengah-tengah masyarakat. Akibatnya, kebijakan itu pun ditiadakan oleh pemdes.

"Melihat kebijakan ini ketika kami terapkan timbul polekmik ditengah-tengah masyarakat bahkan meresahkan masyarakat, sehingga kami selaku pemerintah secara spontan meniadakan kebijakan tersebut demi menjaga ketentraman di Desa Suluan. Jadi, ini adalah satu-satunya jalan kami selaku pemerintah," tandasnya.

Dengan meniadakan kebijakan tersebut, pemdes setempat menyatakan permohonan maaf bagi seluruh masyarakat di Desa Suluan, khususnya kepada keluarga yang belum tercover bantuan.

"Untuk itu kami dari pemerintah desa memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Desa Suluan, terlebih khusus bagi keluarga-keluarga yang belum tersentuh dengan bantuan dari pemerintah," aku Moningka.

Tambahnya, pemerintah desa akan berupaya, bagi keluarga-keluarga yang belum tersentuh bantuan untuk kedepannya bisa tercover bantuan pemerintah.

"Kiranya ini yang boleh kami sampaikan, demikian dan terima kasih. Tuhan Yesus memberkati kita semua," pungkasnya.

Diketahui, kebijkan pemdes tersebut, kembali mengecewakan warga. Pasalnya, bagi penerima bantuan sosial yang dengan sukarela, telah menyisikan partisipasi untuk membantu keluarga-keluarga lain yang belum tersentuh bantuan, dikembalikan oleh pemdes.

"Kami sebagai penerima bantuan untuk kebijakan pemerintah terkait partisipasi, sebenarnya telah memberikan dengan sukarela dan tanpa paksaan. Karena kami tau, partisipasi itu akan diberikan kepada keluarga yang belum tersentuh dengan bantuan," ungkap Yenny salah satu penerima bantuan yang memberi partisipasi, yang enggan identitasnya dilengkapi.

"Kami sendiri menyadari akan keluarga-keluarga lain, ada yang belum tersentuh bantuan pemerintah. Dengan dikembalikan partisipasi yang sudah kami berikan, jelas kami merasa kecewa skali karena torang so kase deng tulus dan sukarela, tanpa paksaan le torang da kase," sesalnya.

"Padahal torang so tau itu untuk yang nda dapa bantuan," tutupnya.

Diketahui, ada 50 lebih kepala keluarga yang belum menerima bantuan, dari total 412 KK yang ada di Desa Suluan. (Pieter Kim)



Sponsors

Sponsors