Warga Keluhkan Penutupan Jalan di Tomohon
Tomohon, MX
Langkah pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (2019) di Kota Tomohon dikeluhkan warga. Kebijakan penutupan sejumlah jalan yang diduga menghambat akses menuju fasilitas kesehatan (faskes) serta aktivitas masyarakat lainnya, jadi pemicu. Salah satunya yang terjadi di Kelurahan Kaaten, Kecamatan Tomohon Tengah.
"Jalan-jalan alternatif di tutup, jalur menuju fasilitas kesehatan makin jauh. Ada portal portal yang tidak di jaga, ada posko yang malahan jadi pusat keramaian," ungkap warga yang enggan namanya diberitakan, Rabu, (13/05).
"Cukup Pemkot saja di cekpoin yang bikin pemeriksaan dan pemasangan portal. Kelurahan bikin posko, bukan bikin portal, pemeriksaan lengkap lagi. Sampe ada jalan yang tutup mati," tegasnya.
Ia juga mengeluhkan kinerja tim yang menjalankan tugas di pos pengamanan tidak sesuai tupoksi pencegahan covid-19.
"Memang ini cuma sementara, mar orang mo cari nafkah deng mopigi periksa kesehatan tiap hari. Sudah Jo yang di posko deng yang jaga portal, dapa jatah makan dan minum. Noh yang laeng masih mo ba cakar kasiang," keluhnya.
Nada kritis pun meluap. Ia mempertanyakan langkah yang diambil pemerintah itu.
"So yakin deng cara bagitu bisa menghindari? orang dari luar kelurahan tidak boleh masuk, tetapi orang dari kelurahan di perbolehkan keluar. Seandainya orang dalam keluar, di luar dia kontak sama OTG (orang tanpa gejala, red) terus dia balik ke kelurahannya, itu bagaimana?" tandasnya seraya berharap, pihak terkait untuk Lebih bijak dan berpikir rasional.
Diketahui, langkah ini ditempuh Pemerintah Kota Tomohon sebagai upaya memutus mata rantai virus corona. Kota Tomohon sendiri beberapa waktu lalu telah ditetapkan sebagai zona merah Covid-19. Dari pantauan wartawan, ada beberapa tempat yang ditutup tanpa ada penjagaan oleh petugas (Pieter Kim)



































