Hadapi Covid-19, TNI-POLRI dan Pemerintah Kecamatan Kema Bergerak Bersama
Kema, MX
Peduli masyarakat, Pemerintah Kecamatan Kema melaksanakan operasi gabungan bersama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kema. Kegiatan yang digelar Minggu (5/4) ini, dikawal langsung Kapolsek Kauditan-Kema bersama dengan Danramil Kauditan-Kema.
Sekitar pukul 21.00 Wita, tampak Pemerintah Kecamatan Kema, di dalamnya Camat Kema dan beberapa personel TNI-POLRI, melakukan patroli untuk memberikan imbauan kepada masyarakat, agar memutuskan mata rantai Covid-19 (virus corona).
Camat Kema, Vilma Anthonie SH MH mengatakan kepada seluruh masyarakat agar sementara ini menjaga jarak antara masyarakat yang satu dengan yang lain.
"Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjauhi tempat-tempat yang ramai," pintanya.
"Marilah kita hidup sehat. Tubuh yang sehat bahkan lingkungan yang sehat. Jika ada masyarakat yang pulang kampung, agar dapat melakukan karantina atau isolasi mandiri, berdiam diri di rumah dalam jangka waktu 14 hari. Apabila yang bersangkutan mengalami sakit batuk ataupun pilek, pihak keluarga segera menghubungi pihak Puskesmas Kema atau dokter terdekat," ajaknya.
Kepala Puskesmas menambahkan, jika sakit dan tidak darurat untuk segera ke Puskesmas, tahan diri demi mengurangi kerumunan massa.
"Kalau untuk yang mau melahirkan, kami Puskesmas masih bisa melayani," katanya.
"Anak-anak di bawah 12 tahun dilarang membesuk pasien dan yang menjaga pasien hanya boleh satu orang. Untuk lebih jelasnya, sudah disampaikan kepada bidan-bidan di desa," terangnya.
Kapolsek Kema Iptu Hendrik Rantung juga memberikan imbauan kepada masyarakat. Ia meminta untuk mencabut knalpot racing karena mengganggu kenyamanan masyarakat yang lain.
"Bhabinkamtibmas dan Babinsa akan adakan operasi tiga pilar untuk mendatangi rumah-rumah yang sudah didatakan anak-anaknya yang menggunakan knalpot racing," tegasnya.
"Untuk itu, mulai sekarang bina anak-anak ibu dan bapak yang motornya masih meneggunakan knalpot racing. Tolong untuk dilepas bahkan kalau bisa, langsung dihancurkan agar supaya tidak digunakan lagi," tandasnya.
"Banyak anak-anak muda yang mabuk, tolong informasikan. Karena beberapa hari ini Bhabinkamtibmas dan Babinsa beberapa kali membina di desa-desa tentang mabuk-mabuk. Kami mohon kepada orang tua juga turut ambil bagian untuk mendidik anak-anak sekalian. Terima kasih," tutupnya. (Benhard Holderman)



































