Antisipasi Maraknya PNS Bolos Kerja, Sat Pol-PP Boltim Razia
Tutuyan, ME
Meski sudah mendapat pengurangan jam kerja selama Ramadhan, ada-ada saja yang dilakukan oknum-oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Boltim untuk menghindari pekerjaan di tiap kantor pemerintahan di daerah itu. Toleransi pengurangan jam kerja yang diberikan pemerintah bagi mereka diduga masih dianggap kurang. Terbukti beberapa PNS dengan beralasan puasa, meninggalkan pekerjaannya alias bolos kerja.
“Padahal sudah diberikan kelonggaran bahwa PNS selama Ramadhan pulang kerja pukul 15.00 Wita tapi masih banyak yang pulang lebih awal bahkan tidak masuk kerja sama sekali,” kata sumber di Pemkab Boltim. Fenomena korupsi jam kerja oleh PNS Boltim di bulan suci Ramadhan kali ini menuai kritik dari masyarakat.
“Ini menandakan bahwa PNS Boltim sudah tidak layak mendapat Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) tinggi. Sudah jelas jika TKD yang diberikan pemerintah daerah sangat tidak berbanding dengan prestasi kerja mereka, bahkan sangat mengecewakan,” nilai Ismail Mokodompit, warga kecamatan Tutuyan.
Guna antisipasi maraknya PNS bolos kerja, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Boltim melakukan razia di jalan raya. Personil Penegak Peraturan Daerah (Perda) ini menutup akses pintu keluar ibukota Boltim, Tutuyan, dan menangkap PNS bolos.
"PNS yang keluar ibukota tanpa disertai surat tugas saat jam kerja, kami cegat. Mereka diminta kembali ke kantornya masing-masing," jelas Kepala Satpol PP Julius Aror.
Meski begitu, ada juga PNS yang nekat menerobos penjagaan Satpol PP. Mereka sengaja tak menggunakan pakaian PNS untuk mengelabui operasi.
“Tapi kalau pakai mobil dinas tetap kami cegat. Perintah bupati agar mobil dinas digunakan untuk urusan kerja dan pelayanan, bukan untuk urusan pribadi,” pungkas dia.(Rahman Igirisa)
Foto : Kasat Pol-PP Boltim Julius Aror.



































