Dikpora Minsel Gelar Seminar FGD
Amurang, ME
Untuk meningkatkan mutu guru, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) bekerjasama dengan Dewan Pendidikan dan PGRI Minsel mengelar seminar Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan ini digelar di hotel Sutanraja Amurang dan diikuti 330 Kepala Sekolah SD, SMP, SMA sederajat dan ditutup Wabup Minsel, Franky Donni Wongkar.
Pada kesempatan itu Wongkar mengatakan sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada PGRI dan Dewan Pendidikan Minsel atas komitmen dan kepeduliannya bagi pembangunan karakter bangsa yang diwujudkan secara nyata lewat kegiatan ini.
"Sebagaimana disebutkan dalam pasal 1 ayat 1 undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara," kata Wongkar saat membacakan sambutan, Rabu (7/12).
Lanjut dia mengatakan definisi tersebut menekankan bahwa pendidikan dilaksanakan secara sistematis dengan mengedepakankan peserta didik sebagai pelajar aktif. Dan melalui pendidikan peserta didik dapat berkembang secara optimal baik dalam hal pengembangan jati diri maupun keterampilan praktis untuk dapat hidup sebagai anggota masyarakat maupun warga negara yang baik.
"Salah satu misi dari tujuh misi pembagunan yang tercantum dalam RPJMD Kabupaten Minsel tahun 2016 hingga 2021 adalah mengembangkan masyarakat yang beriman dan berbudaya dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berdaya saing. Untuk mewujudkan misi tersebut, tentu dibutuhkan berbagai program dan kegiatan nyata dan sinergis dilapangan terutama dibidang pendidikan," urainya.
Selanjutnya dia mengatakan saat ini masih perlu pembenahan disegala aspek untuk memajukan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Minsel. Termasuk upaya dalam meniggkatkan sarana prasarana penunjang pendidikan.
"Untuk itulah, kiranya melalui fokus group diskusi ini kita dapat berbagi informasi, pengalaman, pengetahuan, serta mengsingkronkan berbagai program kegiatan pendidikan yang ada untuk mempercepat akselerasi pembangunan dunia pendidikan di Kabupaten Minsel," kunci Wongkar.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Pendidkan Dasar (Dikmen) Dikpora Minsel, Fietber Raco menjelaskan, permasalahan yang dialami para guru di Minsel adalah kurangnya sifat untuk bersaing dalam hal kualitas pengajaran, tidak ada percaya diri dan tidak memiliki beban moral untuk memajukan anak didik.
Untuk itu lewat kegiatan dia berharap para guru akan dapat meningkatkan dimensi kemampuan belajar (Ability), usaha kerja (Effort), dukungan kerja (Support) dan indikator-indikator yang ada didalamnya.
"Guru itu harus bernilai sehingga dihargai oleh siswa. Jadi guru harus memiliki pengetahuan dasar pendidikan, suka membaca demi kemajuan diri sendiri dan itu adalah cara-cara untuk menjadi guru yang profesional," ujar Raco.
Sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Jeffry Lengkong dan Johny Tarore keduannya merupakan dosen Universitas Negeri Manado (Unima) dan Dewan Pendidikan Minsel, Bert Lengkong. Yang menjadi bahasan dalam diskusi ini adalah guru profesional dalam dinamika paradigma baru pendidikan untuk Minsel Hebat dan terdepan. (jerry sumarauw)



































