4 Polisi Terseret 'Geng' Pemerkosa Gadis Manado

Polda Gorontalo Telusuri Barang Haram di Pesta Narkoba


Gorontalo, ME

Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan 19 orang laki-laki terhadap seorang gadis Manado, SVT (19), berlanjut. Menariknya, keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam kasus menghebohkan itu mulai terkuak.

 

Fakta itu terungkap ketika Polda Gorontalo menggelar pra rekonstruksi kasus tersebut akhir pekan lalu. Korps Bhayangkara yang dikomandoi Brigjen Pol Hengkie Kaluara pun mengakui keterlibatan 4 anggotanya dalam kasus yang terjadi Januari 2016 lalu itu.

 

Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Bagus Santoso mengatakan, sejak menerima pelimpahan kasus ini dari Polda Sulawesi Utara (Sulut), pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk anggotanya yang disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut.

 

"Dari hasil pemeriksaan dan pra rekontruksi yang digelar, Sabtu 14 Mei 2016, kami menduga ada empat oknum anggota kami ikut terlibat dalam kasus ini," terangnya, Senin (16/5).

 

Dalam reka ulang tersebut, empat oknum polisi dipastikan berada di tempat kejadian perkara yaitu di dua hotel di Kota Gorontalo bersama korban dan beberapa orang rekan korban.

 

"Empat anggota polisi tersebut ada yang berperan menyiapkan hotel dan ada juga yang menyiapkan makanan," jelasnya.

 

Bagus menambahkan, meski hingga saat ini keterlibatannya masih sebatas berada di tempat kejadian perkara bersama korban namun sesuai perintah Kapolda Gorontalo, empat oknum polisi ini tetap akan dikenai sanksi disiplin.

 

"Kami masih mendalami peran keempatnya, apakah terlibat langsung dalam kasus perkosaan, penganiayaan atau narkotika seperti pada laporan yang ada. Status mereka masih sebagai saksi. Tapi mereka tetap akan mendapat sanksi akibat perbuatan indisipliner karena telah mencoreng nama institusi Polri,” tegas AKBP Bagus.

 

Jika memang terbukti dalam perkara ini, maka sanksi sangat tegas akan diterapkan. “Pak Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Drs Hengkie Kaluara sudah menegaskan, apabila ada oknum anggota yang terlibat maka pasti akan diberikan sanksi tegas,” ujarnya.

 

Selain kasus dugaan pemerkosaan, Polda Gorontalo juga akan mendalami dugaan pesta narkoba dalam kasus itu. "Selain tindak pidana perkosaan, kami juga akan fokus pada kasus pesta narkoba," tuturnya.

 

Sementara itu, dari perlaksanaan pra rekonstruksi juga terungkap ada empat tempat yang diduga menjadi tempat kejadian perkara, seperti Hotel Misfala di Kelurahan Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

 

Proses pra rekonstruksi ini dipantau langsung 6 orang tim Mabes Polri. Sayangya, para awak media tidak diperkanankan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pra rekontruksi di dalam kamar hotel tersebut. “Maaf tidak bisa wartawan masuk ke dalam hotel. Cukup di luar saja,” kata sejumlah anggota Provost bersenjata lengkap yang tengah berja-jaga di depan pintu masuk hotel.

 

Demikian pula dengan perwira dari Mabes Polri yang memimpin langsung pra rekontruksi, menolak untuk diwawancarai wartawan. Pria berkacamata itu meminta para wartawan untuk konfirmasi langsung ke Polda Gorontalo.

 

Menurut sumber resmi, di Hotel Misfalah itu dua saksi yakni M dan Y (teman SVT asal Manado, red) dan empat pria lain menunjukan letak dimana mereka membawa korban sekaligus mengajak korban untuk berpesta narkoba jenis sabu-sabu.

 

Usai di Hotel Misfalah, TKP lalu bergeser ke Hotel Amaris di Jl Sultan Botutihe, Kelurahan Ipilo Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo. Di tempat itu diduga terjadi pemerkosaan terhadap korban SVT. Sedangkan di TKP ketiga, yakni di Inul Vista Karaoke, Jl Jend Sudirman Kecamatan Kota Selatan.

 

Para saksi mengajak korban SVT untuk menyanyi bareng. “Kalau di TKP ke empat di salah satu lab kampus terkenal di Kota Gorontalo. Korban kembali dijak berpesta narkoba hingga akhirnya fly,” beber sumber tersebut.

 

Usai pelaksanaan pra rekontruksi, dua saksi yakni M dan Y (teman korban yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan dalam perkara ini) dan empat pria lain tersebut kembali dibawa ke Polda Gorontalo untuk menjalani pemeriksaan secara intensif. (okz/gorpost/tim me)



Sponsors

Sponsors