Foto: Ilustrasi
Waspada! Pencurian di Gereja Marak Terjadi
Amurang, ME
Masyarakat harus waspada, akhir-akhir ini rumah ibadah jadi sasaran para kawanan pencuri. Setidaknya dalam dua minggu terakhir ini tiga gereja di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dibobol maling.
Kasus terbaru terjadi di Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) Syalom setrum Kelurahan Uwuran Satu, Kecamatan Amurang, Jumat (13/5) sekitar pukul 2.00 Wita. Dalam aksinya pencuri berhasil membawa 1 satu unit keyboard yamaha.
Corneles Elias anggota jemaat di gereja tersebut mengatakan, kejadian itu baru diketahui setelah pukul 6.00 Wita. Pada waktu pagi didapati pintu gereja terbuka dengan bekas serpihan dan goresan kayu. Setelah diperiksa keyboard sudah tidak ada.
"Memang dua hari ini kostor tidak masuk kerja. Kalau dilihat pelaku sudah tahu seluk beluk gereja. Dia tahu gereja tidak ada yang jaga. Pencurian dilakukan sekitar jam dua subuh karena jam tersebut masih sepi. Kalau jam tiga dan empat tidak mungkin karena sudah ada aktifitas pedagang karena gereja berada di kompleks pasar," jelas Elias.
Sebelumnya, pada Senin lalu juga terjadi pencurian di pastori Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) Desa Ongkaw Dua Kecamatan Sinonsayang. Ditempat ini pencuri berhasil membawa kabur satu unit motor matic yamaha, uang persembahan dan perpuluhan jemaat.
Swita Tandiapa ibu gembala di gereja itu mengatakan, pencurian tersebut terbilang nekad karena saat kejadian mereka sekeluarga berada di pastori. Bahkan menurut dia pencurian terjadi saat dia masih terbangun.
"Pada saat kejadian saya sempat mendengar suara aneh seperti ada suara ayam dan kucing. Tapi waktu itu saya takut keluar. Saya sempat memanggil suami di kamar sebelah tapi tidak ada jawaban. Kebetulan waktu itu saya sedang menjaga cucu," akunya.
Para pencuri ini menurut dia masuk melalui jendela kamar samping tempat orang tuanya tidur sekitar pukul 2.00 Wita. Herannya saat masuk kedua orang tua mereka tidak terbangun.
"Waktu itu juga sempat terdengar pintu pagar dibuka. Kami pikir itu anggota jemaat yang datang karena biasanya seperti itu. Tapi setelah lama ditunggu tidak ada yang memanggil. Baru paginya baru sadar ada pencuri yang masuk setelah melihat jendela kamar dan jendela di ruang tamu terbuka dan ada jejak kaki," terangnya.
Dia mengungkapkan kasus pencurian di gereja mereka sudah pernah terjadi dimana tahun lalu juga pencuri pernah masuk dan membawa lari beras 60 Kg. Peristiwa ini menurut dia sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib.
Selain kedua tempat ibadah tersebut,kasus pencurian juga terjadi di GMIM Bethesda Desa Ongkaw Satu, Kecamatan Sinonsayang pekan lalu. Aksi pencurian ini sempat diketahui warga, namun pelaku berhasil melarikan diri dan berhasil membawa satu buah laptop milik gereja.
Sementara itu, Brigadir Iwan salah satu petugas di Kepolisian Sektor (Polsek) Sinonsayang membenarkan adanya laporan tersebut. Menurut dia kasusnya sementara ditangani pihaknya.
"Kedua laporannya sudah kami terima dan sementara kami proses," tandasnya. (jerry sumarauw).



































