Foto: Istimewa.
Kerusuhan Basaan Dipicu Pemukulan
Ratatotok, ME
Kerusuhan yang terjadi di Desa Basaan ternyata dipicu pemukulan yang dilakukan VL alias Vij warga Desa Basaan Pantai, terhadap MW alias Mark warga Desa Basaan Atas.
Kapolres Minahasa Selatan (Minsel) AKBP Benny Bawensel lewat Kasat Reskrim AKP M Ali Tahir saat dihubungi manadoexpress.co menjelaskan pemukulun ini terjadi, Jumat (25/3) pukul 23:30 Wita ketika Mark bersama teman-temannya sedang duduk di pertigaan jalan.
Sebelumnya Mark bersama teman-temannya sedang menghadiri acara HUT di rumah keluarga bapak Is Dollo di Desa Basaan Atas. Namun pada saat itu acara terhenti lantaran lampu padam.
Karena acara terhenti mereka bermaksud duduk santai di pertigaan jalan desa. Tidak disangka saat sedang duduk datang pelaku dan langsung menghantamkan bogem mentah kepada Mark.
"Dari pemukulan ini, Mark mendapat luka memar di bagian mata kiri. Sebagai korban dia langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Hukum Tua Basaan Dua. Disaat bersamaan, anak-anak dari Desa Basaan Atas mencari pelaku ke rumanya," jelas Tahir.a
Ketika anak-anak dari Desa Basaan Dua mencari pelaku, masyarakat dari Desa Basaan Pantai secara spontan melakukan perlawanan. Saat itu di lokasi ada Brigadir J Lembong anggota polisi dari Polsek Ratatotok yang datang ke rumah Vij menemui orang tuanya untuk mengamankan pelaku. Namun orang tua berkeras tidak mau menyerahkan anaknya.
"Dari sinilah timbul keributan tersebut. Sehingga dari arah pantai terdengar dua kali ledakan menyerupai bom. Melihat situasi sudah tidak kondusif lagi, polisi menghimbau masyarakat Basaan jangan masuk karena beresiko," tambah Tahir.
Akibat dari kerusuhan ini salah satu rumah dibakar. Hingga berita ini diturunkan, aparat dari Kepolisian dan TNI diturunkan untuk menjaga dua kelompok yang bertikai.
Peristiwa ini sendiri mendapat komentar beragam dari masayarakat. Banyak masyarakat menilai hal ini tak seharusnya terjadi apalagi di saat suasana Paskah. (jerry sumarauw)



































