Foto: Rasky Mokodompit. (Foto Hendra Mokorowu)
Konflik Dumoga, Wakil Rakyat Desak Pemerintah dan Kepolisian Lakukan Kajian
Manado, ME
Suasana panas masih meyelimuti warga Dumoga. Perseteruan antar warga kembali terjadi. Belum juga hilang dari ingatan publik soal percekcokkan di Siniyung, kini perkelahian antar kampung (tarkam) pecah lagi. Tarkam yang melibatkan Desa Siniyung Satu dan Dumoga Dua, Kecamatan Dumoga Timur picu Legislator Sulawesi Utara (Sulut) lontarkan suara.
Anggota Komisi Bidang Hukum dan Hak Azasi Manusia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Raski Mokodompit mengatakan, perseteruan di wilayah Dumoga sudah berulang kali terjadi. Ia mendesak pemerintah dan aparat keamanan segera lakukan kajian mendalam, saol faktor pemicu perseturuan yang kerap terjadi di Dumoga, Rabu (13/4).
“Ini masalahnya sudah dua kali terjadi.Ada apa sebenarnya di Dumoga? Hal ini perlu dilakukan kajian lebih oleh pemerintah yang ada. Aspesk-aspek sosial di masyarkat perlu diteliti,” desak Mokodompit saat diwawancarai di Gendung Cengkeh.
Anngota DPRD dari daerah pemilihan Bolaang Mongondow ini meminta, Pemerintah dan Kepolisian harus memutuskan masalah ini, jangan sampai belanjut pada aksi balas dendam. Psikologi masyarakat setempat mestinya diteliti.
“Jika tidak, maka kinerja pemerintah dan aparat keamanan sekitar perlu dipertanyakan. Mungkin saja ada kekurangan dan itu perlu dievaluasi. Jangan sampai tidak ada koordinasi yang baik. Atau mungkin lakukan penambahan personil keamanan di sana,” sarannya. (hendra mokorowu)



































